Connect with us

Lifestyle

11 Tanda Yang Menunjukkan Orang Cerdas

Published

on

Ilustrasi : foto dok internet

Geosiar.com – Kecerdasan manusia bisa ditentukan dari banyak cara. Di sekolah kita mungkin pernah mengikuti tes IQ (intelligence quotient), yang bertujuan mengukur bakat dan kemampuan seseorang.

Namun, kecerdasan seseorang bukan hanya diukur lewat tes tersebut. Ada beberapa alasan yang mendasari:

  • Tes IQ mengukur keterampilan khusus seperti penalaran, ingatan, dan pemecahan masalah. Namun, tes ini tidak dapat menangkap gambaran lebih luas dari kemampuan orang secara keseluruhan.
  • Tes IQ tidak menilai ciri-ciri penting seperti kreativitas atau keterampilan emosional.
  • Orang dari latar belakang berbeda memiliki tingkat pengetahuan berbeda-beda dengan konsep dan struktur tes, sehingga skor rendah tidak mewakili kemampuan intelektual sebenarnya.
  • Temuan penelitian tahun 2016 menunjukkan orang dengan autisme memiliki kecerdasan lebih tinggi ketimbang hasil yang ditunjukkan tes IQ standar. Tes ini dapat memengaruhi interaksi sosial dan kinerja tugas secara negatif.

Banyak pakar percaya, tes IQ tidak dapat memberikan gambaran jelas tentang kecerdasan. Sebab, kecerdasan terbagi menjadi beberapa jenis.

Satu teori populer yang diperkenalkan psikolog dan profesor Howard Gardner menunjukkan sembilan jenis kecerdasan yang berbeda.

Sedikitnya ada 11 tanda yang memperlihatkan kamu adalah orang cerdas, mengutip laman Healthline.

  1. Punya rasa empati

Empati biasanya digambarkan sebagai kemampuan untuk mengalami sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan ini komponen kunci dari kecerdasan emosional.

Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan kita memahami emosi dan mengekspresikannya dengan cara sehat dan produktif.

Mengakui emosi adalah langkah pertama yang penting. Namun, orang dengan kecerdasan emosional tinggi umumnya memiliki kesadaran yang relatif baik mengenai apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.


Dengan empati yang tinggi, kita dapat merasakan saat orang berjuang lewat tanda-tanda halus dalam bahasa tubuh atau perilaku mereka.

Empati juga bisa muncul sebagai tingkat pertimbangan dan penerimaan yang lebih mendalam terhadap pengalaman orang lain.

Pelajari lebih banyak kondisi orang lain dan ungkapkan kepedulian kita terhadap mereka untuk menumbuhkan kecerdasan emosional yang lebih kuat.

  1. Menghargai “me time”

Menemukan kepuasan di dalam diri juga dapat menunjukkan bahwa kita cerdas.

Menurut studi tahun 2016 yang mengamati potensi dampak persahabatan, kepadatan populasi, dan kecerdasan akan kebahagiaan, orang yang memiliki kecerdasan lebih tinggi cenderung kurang puas atas kehidupan saat menghabiskan banyak waktu bersosialisasi dengan teman.

Semakin banyak waktu bersosialisasi, semakin sedikit waktu yang kita punya untuk introspeksi diri dan mengejar minat dan proyek yang diinginkan. Tentunya, kita juga harus mampu menyisihkan waktu untuk diri sendiri.

  1. Memiliki perasaan diri yang kuat

Mengetahui apa yang kita butuhkan adalah salah satu bagian dari kesadaran diri.

Kesadaran diri terkait dengan persepsi kita terhadap beberapa hal, yaitu sifat dan kemampuan, nilai-nilai kehidupan, tujuan dan keinginan hidup utama, dan karakteristik lainnya.

Perasaan diri yang berkembang baik menandakan kecerdasan tingkat tinggi. Sebab, identitas diri yang kuat menandakan kita merasa aman dengan kondisi kita, mengetahui keahlian yang dimiliki, dan percaya diri dalam membuat pilihan.

  1. Ingin tahu lebih banyak

Kita menikmati membaca buku, seni, dan belajar bahasa dan budaya lain. Atau, kita ingin mengetahui jawaban dari inti permasalahan, berselancar di internet untuk menggali minat baru, dan banyak lagi.

Pada dasarnya, rasa ingin tahu terkait erat dengan kecerdasan. Kita terus belajar sepanjang hidup, melebihi apa yang kita perkirakan. Bukan sekadar menerima apa adanya, kita berusaha mencari tahu alasannya.

Selain itu kita lebih cenderung melihat gambaran lengkap dari situasi tertentu, tidak hanya hitam dan putih.

  1. Mengamati dan mengingat

Memerhatikan apa yang terjadi di sekitar dapat menunjukkan tingkat kecerdasan kita. Mengandalkan memori adalah kemampuan kita untuk menyimpan dan bekerja dengan informasi tertentu.

Kemampuan mengamati dan mengingat berhubungan dengan berbagai jenis kecerdasan. Salah satunya pengamatan yang tersirat dari karya kreatif, yang menunjukkan kecerdasan spasial-visual. Atau, kita memiliki memori yang baik dari informasi yang dibaca atau didengar. Ini adalah bentuk kecerdasan verbal-linguistik.

Pemahaman mendalam tentang alam bahkan bisa dianggap sebagai jenis kecerdasan, menurut Gardner.

Kecerdasan naturalis bisa muncul sebagai kemampuan bawaan untuk mengenali pola atau perubahan dalam lingkungan alam.

  1. Daya ingat akan aktivitas fisik

Kecerdasan dapat muncul dalam konteks fisik. Misalnya, kita dapat pergi ke suatu tempat meski kita kesulitan untuk menjelaskan cara menuju tempat tersebut lewat kata-kata.

Atau, bisa jadi kita mampu melakukan teknik dansa tertentu padahal kita hanya diajarkan satu kali.

Kecerdasan tubuh-kinestetik dapat menghasilkan ketangkasan dan koordinasi lebih baik. Kita bisa mengingat pola gerakan dan menirunya tanpa usaha berlebihan.

Hal ini membuat kita ahli dalam olahraga dan aktivitas fisik lainnya, sekaligus meningkatkan keterampilan secara mendetail.

  1. Sanggup menangani tantangan hidup

Hidup tidak selalu mudah, dan beberapa orang menganggapnya terlalu sulit. Kemampuan beradaptasi adalah komponen kunci dari kecerdasan yang menggambarkan kemampuan kita menyesuaikan diri dengan situasi baru.

Adaptasi juga berhubungan dengan ketahanan, yaitu kemampuan kita untuk pulih dari kondisi terpuruk.

Ada kemungkinan kita bisa melalui ketidakpastian, siap menghadapi apa pun. Bahkan, di saat segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, kita bangkit dengan cepat dan terus mencoba.

Siap menghadapi tantangan menunjukkan kecerdasan kita, apalagi kalau kita bisa mengatasinya dengan humor.

  1. Berbakat dalam menjaga situasi tetap damai

Keterampilan interpersonal yang kuat juga menunjukkan kecerdasan. Seperti menciptakan suasana damai di antara rekan kerja yang tidak puas atau teman yang bertengkar.

Saat masih kecil, kita merasa mampu menenangkan pertengkaran saudara atau menghibur orangtua yang stres.

Keterampilan ini memiliki beberapa komponen, seperti:

  • Membaca bahasa tubuh orang lain yang dapat memberikan petunjuk pertama untuk konflik.
  • Menggunakan bahasa tubuh untuk bertanya dan mendengarkan agar mendapat cerita lengkap dari dua sisi.
  • Mengajak orang yang terlibat untuk mempertimbangkan sudut pandang lain.
  • Membantu menyusun strategi potensial untuk suatu masalah.

Akrab dengan orang lain tidak secara langsung dianggap sebagai kejeniusan akademis. Namun banyak orang setuju bahwa keakraban dan kerukunan adalah bentuk kecerdasan yang berguna.

  1. Mengkhawatirkan banyak hal

Kekhawatiran menandakan kita bersiap untuk kemungkinan yang tidak menyenangkan.

Salah satu penelitian menjelaskan, orang dengan IQ tinggi mungkin memiliki perasaan sedikit khawatir atau khawatir berlebih.

  • Orang cerdas tidak menghabiskan banyak waktu memikirkan hal-hal yang tidak mungkin terjadi. Mereka juga merasa lebih aman dalam menangani setiap tantangan. Sebagai hasilnya, mereka tidak terlalu khawatir.
  • Di sisi lain, orang yang cerdas lebih sering khawatir karena pengetahuannya yang luas tentang potensi ancaman dan bersiap untuk segala kemungkinan. Kekhawatiran ini bisa melibatkan proses bertukar pikiran untuk menangani situasi atau menghindari masalah.

Orang cenderung memandang kecemasan sebagai sifat negatif, tetapi temuan ini menekankan fungsi esensial kecemasan yaitu mengenali dan menanggapi bahaya.

Namun, kecemasan yang tidak terkendali dapat berdampak negatif pada hubungan dan kesejahteraan, jadi bicarakan dengan terapis saat kita kesulitan mengelola rasa cemas dan kekhawatiran.

  1. Bisa mengelola emosi

Setiap orang menghadapi emosi yang menyakitkan atau tidak diinginkan. Itu adalah bagian dari hidup. Cara kita menangani emosi dapat menunjukkan banyak hal tentang kecerdasan emosional.

Secara umum, orang dengan kecerdasan emosional tinggi dapat mengenali emosi yang kompleks, memahami bagaimana emosi memengaruhi pilihan dan perilaku, menanggapi emosi secara produktif, melatih pengendalian diri untuk mengungkapkan perasaan di waktu yang tepat, serta mengungkapkan perasaan dengan cara aman dan sehat.

  1. Punya hewan peliharaan

Memiliki hewan peliharaan berdampak positif pada kesehatan mental seseorang. Orang yang punya hewan peliharaan cenderung tidak merasa kesepian, lebih mudah mengelola stres, dan mengalami lebih sedikit gejala depresi.

Jika kita sedang kesal, berbicara dengan hewan peliharaan akan melampiaskan rasa frustrasi kepada hewan dapat membantu kita memproses rasa sakit dan mengarah pada perbaikan suasana hati.

Cara itu baik untuk mengelola emosi. Dan kemampuan mengatur emosi adalah tanda kita memiliki kecerdasan emosional.

Rupanya, jenis hewan peliharaan juga penting. Dalam satu studi tahun 2017, para peneliti yang mengamati 418 siswa menemukan 66 peserta yang menggambarkan diri mereka pecinta kucing mendapatkan skor lebih tinggi pada ukuran kemandirian, abstrak, dan kecerdasan umum.

Sementara, peserta yang menganggap diri mereka sebagai pecinta anjing mendapat nilai lebih tinggi untuk kehangatan, keberanian sosial, dan keaktifan.

Dari studi tahun 2010, ditemukan pecinta anjing cenderung mendapat skor lebih tinggi pada sifat ekstraversi, keramahan, dan kesadaran.

Pecinta kucing mendapat skor lebih tinggi pada ukuran keterbukaan dan neurotisme. Sifat keterbukaan dikaitkan dengan kecerdasan.(kps/red)