Connect with us

Nasional

Pernyataan Sikap Ikatan Sarjana Katolik Indonesia atas Teror di Sigi, Sulawesi Tengah

Published

on


Jakarta, Geosiar.com — Di tengah keprihatinan bangsa ini akan adanya masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, kita semua dikejutkan dengan pemberitaan dan peristiwa teror pembunuhan 4 warga yang terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat (27/11/2020).

Suasana menjelang pemakaman pembunuhan satu keluarga di Sigi. Kapolda Sulteng memastikan pelakunya kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora. (Foto/dok)

Menyikapi tragedi tersebut, berikut pernyataan sikap Presidium Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) yang diterima redaksi, pada Senin (30/11):

  1. ISKA dalam hening cipta bersama-sama mendoakan para korban aksi teror dan pembunuhan di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, semoga para korban yang meninggal dunia diberikan istirahat yang kekal dalam kerahiman Allah Surgawi, dan keluarga mereka diberikan penghiburan.
  2. Mengecam dan mengutuk keras tindakan-tindakan yang tidak berperikemanusiaan dengan melakukan tindakan yang menghilangkan nyawa warga masyarakat yang tentu melukai hati nurani seluruh warga bangsa apapun alasan dan motivasi yang melandasinya.
  3. ISKA selalu mendukung langkah tegas POLRI dan TNI dalam melawan segala bentuk aksi terorisme sehingga kedaulatan negara dan Ideologi Pancasila terjaga dan ditegakan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mendukung upaya-upaya yang cepat, sigap dan bersungguh-sungguh dari pemerintah dan aparat penegak hukum setempat dan perhatian pemerintah pusat untuk mengusut dan mengambil tindakan hukum yang sepatutnya dilakukan untuk menjamin rasa kemanusiaan dan keadilan sebagai satu bangsa yang beradab.
  4. Menghimbau seluruh masyarakat setempat dan masyarakat luas untuk tetap tenang, tetap memelihara kerukunan dan persaudaraan serta mengupayakan terciptanya kondisi yang tertib, damai dan tenteram serta kondusif.
  5. ISKA mengajak seluruh komponen bangsa untuk tidak terprovokasi dan hidup dalam ketakutan karena peristiwa ini. Marilah kita terus menjaga kedamaian bersama dalam kehidupan sosial bernegara dan berbangsa, untuk tetap menjaga persaudaraan, menghargai kehidupan dan kemanusian tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, golongan dan lain sebagainya.

Demikian pernyataan sikap kami ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Presidium Pusat
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia

Ch. Arie Sulistiono, MM.
Presidium Bidang Hubungan
antar Agama dan Kepercayaan

V. Hargo Mandirahardjo
Ketua Presidium (rel/red)

Advertisement