Connect with us

Politik

Bobby Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat, Agama dan Pemuda. PMPHI SU : Pasangan Bobby – Aulia Sulit Dikalahkan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Calon Walikota Medan, Bobby Afif Nasution bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, akademisi bersama Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Tuan Syech Ali Akbar Marbun, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar Al Akbar, Jalan Pelajar Ujung Medan, Minggu (29/11/2020).

Hadir dalam acara itu, para pengurus punguan marga Hutabarat Kota Nedan, diantaranya, Sarni Marnik Hutabarat,Sarma Hutabarat, PTH Hutabarat, Herbin Hutabarat dan lainnya. Pengurus Marga Silaban Kota Medan diantaranya Antoni Silaban,SM Silaban, T.Silaban, A.Silaban dan lainya.

Hadir juga tokoh pemuda seperti Senioran Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Drs Gandi Parapat dan Drs Eben Panggabean.

Dalam acara silaturahmi itu, Syech Ali Akbar Marbun menyambut kehadiran Bobby Afif Nasution dengan penuh kehangatan.

Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan akademisi, seluruhnya menyatakan dukungan penuh kepada Bobby Afif Nasution untuk bertarung di Pilkada Kota Medan 9 Desember 2020 mendatang.

Dalam silaturahmi tersebut, dilaksanakan mendoakan almarhum ayah Bobby Afif Nasution. Demikian juga mendoakan Bobby Afif Nasution untuk keberkahan maju dan menang di Pilkada Medan.

Sementara Bobby Nasution, menyebutkan maksud kehadirannya kepada tokoh agama , tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi untuk mendapat masukan.

Bobby berterimakasih atas kebersamaan yang tujuannya adalah bersama untuk jangan ada perpecahan. Namun keberagaman untuk kebersamaan .

“Tujuan kita bagaimana kerukunan umat beragama didaerah kita ini lebih harmonis . Mohon dukungann masyarakat di Pilkada agar masyarkat kota Medan lebih baik”, katanya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Tuan Syech Ali Akbar Marbun mengaku sangat gembira dengan kehadiran Bobby.

Bagi Tuan Syech, silaturahmi ini adalah menyambung silaturahmi yang sudah dijalin dahulu oleh almarhum ayah Bobby, yakni H. Erwin Nasution.Semasa hidup,almarhum H Erwin Nasution sering bersilaturahmi ke Ponpes yang dipimpin Syech Ali Akbar Marbun tersebut.

Tuan Syeck juga menyebut, dari silsilah adat Batak, Bobby adalah anaknya, karena ibu kandung Tuan Syech Ali Akbar Marbun adalah Boru Nainggolan yang sama/ sepadan dengan Siregar, marga ibu Bobby.

“Sehingga saya jelas dukung anak saya Bobby, semoga berhasil dan menjadi ” kata Syech Ali Akbar .

BOBBY SULIT DIKALAHKAN

Sementara itu, Kordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia Sumatera Utara (PMPHI Sumut) menyebutkan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman, sulit untuk bisa dikalahkan oleh pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dalam kompetisi Pilkada Medan.

Gandi Parapat menjelaskan, hasil survei dari 21 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Medan, sekitar 85 persen masyarakat sangat menginginkan adanya perubahan besar di Kota Medan.

“Pasangan Bobby Nasution – Aulia Rachman sulit untuk dikalahkan bila dilihat dari keinginan besar masyarakat. Pasangan ini bisa kalah jika dicurangi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), 9 Desember 2020,” ujar Gandi Parapat ketika dimintai komentarnya disela sela acara silaturahmi itu, Minggu (29/11/2020).

Kecurangan dalam pilkada lanjut Gandi, oleh pihak tertentu masih berpotensi terjadi. Tidak hanya di Kota Medan namun kecurangan pilkada juga secara umum terjadi di daerah yang melaksanakan pesta demokrasi di Tanah Air.

“Meski rival politik Bobby Nasution – Aulia Rachman merupakan pasangan petahana, namun sepertinya sulit bisa memenangkan kontestasi pilkada. Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat tidak memberikan dukungannya,” kata Gandi.

Menurutnya, sebagian masyarakat menolak pasangan nomor urut 1 itu karena masalah banjir, kerusakan jalan dan jalan banyak berlubang yang tidak kunjung diperbaiki. Apalagi, banjir selalu terjadi di Medan.

“Selama bulan September, Oktober, November hingga Desember 2020, merupakan bulan dengan potensi hujan yang cukup tinggi. Mulai dari kampanye hingga pemungutan suara pada bulan ‘ember’ ini, sepertinya semakin melemahkan pasangan Akhyar – Salman.

Persoalan lainnya, sambung Gandi, Kota Medan sudah tiga kali memiliki pimpinan yang selalu berurusan dengan kasus hukum. Termasuk Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, pasangan Akhyar Nasution saat pilkada tahun 2015 lalu. Saat itu, Akyar sebagai calon Wakil Wali Kota Medan.

“Tiga kali secara berturut – turut Wali Kota Medan tersandung kasus korupsi, yang membuat masyarakat ingin memilih Bobby – Aulia untuk memimpin Kota Medan, bukan mendukung petahana,” ungkapnya.

Berdasarkan hail survei, kata Gandi, masyarakat mendukung Bobby – Aulia karena diyakini tidak akan melakukan korupsi. Soalnya, Bobby akan menjaga nama baik mertuanya, Presiden Joko Widodo.

“Alasan lainnya, masyarakat menilai Bobby Nasution akan cepat memajukan Kota Medan, cepat menangani masalah banjir dan memperbaiki kerusakan jalan di Medan. Sebab, Bobby punya ikatan yang kuat untuk koordinasi dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

Pasangan Bobby – Aulia juga mempunyai kekuatan lain yang tidak bisa diintervensi saat memimpin Kota Medan. Mereka dipastikan menolak pihak yang selalu minta jatah proyek pembangunan dan dapat mencegah praktik fee dari setiap proyek pembangunan.

“Bobby – Aulia juga didukung masyarakat karena dianggap sebagai pemimpin yang dapat mewakili seluruh umat. Pasangan ini dinilai lebih berjiwa nasionalis dan Pancasilais memimpin Kota Medan yang heterogen,” sebutnya.(rel/red)

Advertisement