Connect with us

Dunia

Otoritas Kesehatan AS Targetkan 6,4 Juta Vaksin COVID-19 untuk Distribusi Awal

Published

on

Geosiar.com – Operation Warp Speed, inisiatif Pemerintah Amerika untuk mempercepat produksi dan distribusi vaksin COVID-19, telah menetapkan target distribusi pertama. Dikutip dari kantor berita Reuters, mereka menargetkan 6,4 juta dosis vaksin siap disebar dalam waktu dekat. Hal ini menjadi pertama kalinya Operation Warp Speed memaparkan target angka distribusinya.

“Negara bagian sudah diinformasikan pada hari Jumat kemarin soal alokasi vaksin yang mereka terima di distribusi pertama. Dengan begitu, mereka sudah bisa menentukan bagaimana vaksin akan diberikan kepada kelompok terdampak,” ujar keterangan pers Operation Warp Speed, Rabu, 25 November 2020.

Untuk angka distribusi secara keseluruhan, Operation Warp Speed menyampaikan target mereka adalah 40 juta dosis. Namun, bisa tercapai atau tidaknya angka tersebut bergantung pada pengesahan oleh Badan Regulasi Makanan dan Obat-obatan Amerika.

Apabila mengacu pada keterangan sebelumnya, vaksin COVID-19 yang akan dikaji untuk disahkan adalah buatan Pfizer. Pfizer telah mendaftarkan vaksin COVID-19 ke badan regulator setelah mendapati garapannya 95 persen efektif. Adapun badan regulator menjadwalkan pengkajian dimulai pada tanggal 10 Desember nanti.

Pfizer pun dikabarkan sudah melakukan simulasi produksi dan distribusi untuk mengetahui kapasitas mereka. Dengan begitu, harapannya, distribusi dapat berjalan lancar tanpa pasien harus menunggu kepastian. Tentu hal tersebut harus dikoordinasikan lagi dengan pemerintah negara bagian yang menjadi sasaran.

Dikutip dari Reuters, beberapa negara bagian akan mengutamakan vaksinasi terhadap pekerja medis dahulu untuk distribusi pertama. Sebab, mereka yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19

Secara terpisah, tim transisi Presiden Amerika Terpilih Joe Biden mulai menyiapkan pembicaran dengan seluruh pejabat yang terlibta penanganan pandemi COVID-19. Ia ingin mengetahui bagaimana vaksin COVID-19 akan disebarkan ke kelompok terdampak.(tmp/red)