Connect with us

Nasional

KPK Menetapkan Tersangka Baru di Kasus Korupsi Asuransi Jasindo

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan tersangka baru di kasus korupsi di PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo. Namun KPK belum mengumumkan siapa tersangkanya.

“Saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh KPK dalam perkara dugaan TPK terkait dengan jasa konsultasi bisnis Asuransi dan Reasuransi Oil dan Gas pada PT Asuransi Jasa Indonesia tahun 2008 sampai 2012,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa, 24 November 2020.

Ali berujar proses penyidikan masih berjalan. Pihak yang telah ditetapkan menjadi tersangka, kata dia, akan diumumkan bersamaan dengan penangkapan dan penahanannya. “Informasi secara spesifik terkait perkara ini belum bisa kami sampaikan sebagaimana amanat UU KPK,” uja Ali.

Dalam perkara sebelumnya, mantan Direktur Utama Jasindo Budi Tjahjono telah divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Hakim juga mewajibkan Budi membayar uang pengganti sebanyak Rp 6 miliar dan US$ 462.795.

Hakim menyatakan Budi terbukti melakukan korupsi dengan cara merekayasa kegiatan agen dan pembayaran komisi kepada agen atas penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama tahun 2010-2012 dan 2012-2014. Padahal, kegiatan itu tidak menggunakan jasa agen PT Jasindo.

Hakim menyatakan dari kasus korupsi itu, Budi memperkaya dirinya sendiri dan orang lain atau korporasi. Hakim menyebut perbuatan Budi ikut memperkaya Kiagus Emil Fahmy Cornain, selaku orang kepercayaan Kepala BP Migas sebesar Rp 1,3 miliar.

Selain itu, memperkaya Solihah selaku Direktur Keuangan dan Investasi PT Jasindo sebesar 198.340 dollar AS. Kemudian, memperkaya Soepomo Hidjazie selaku Direktur PT Bravo Delta Persada (tahun 2008-2012 agen Asuransi Jasindo) sebesar US$ 137 ribu.(tmp/red)

Advertisement