Connect with us

Olahraga

MotoGP Indonesia Cadangan atau Diistimewakan? Ini Kata Anggota DPR

Published

on

Jakarta, Geosiar.com- Status MotoGP Indonesia simpang siur. Status reserve dari Dorna maknanya cadangan atau diistimewakan? Soal itu, berikut komentar anggota DPR.


Dorna sudah mengeluarkan kalender MotoGP 2021 sementara pada awal November. Ada 20 balapan yang akan digelar di musim depan, MotoGP Indonesia tak masuk ke dalam daftar penyelenggaraan.

MotoGP Indonesia hanya masuk reserve Grand Prix venue bersama MotoGP Rusia dan MotoGP Portugal.

Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengklaim bahwa reserve date merupakan keistimewaan untuk memilih tanggal untuk menggelar balapan di MotoGP 2021.

Tapi, pihak Dorna mengungkap fakta lain. detikSport sudah mengonfirmasi langsung ke Dorna, bahwa ada dua jika agar MotoGP Indonesia masuk kalender balapan 2021.


Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, menekankan hal penting agar MotoGP bisa dipentaskan di Indonesia. Pengerjaan sirkuit serta sarana dan prasarana pendukung mesti segera dirampungkan.

Sirkuit Mandalika direncanakan akan di homologasi pada Juli 2021. Di tanggal itu, MotoGP 2021 sudah menggelar 10 balapan.

“Jangan sampai terjadi kontraproduktif. Perdebatan yang terjadi saat ini sudah kontraproduktif. Jangan sampai antusiasme yang besar menjadi kekecewaan. Jangan sampai ada simpang siur mengenai reserve date, cadangan atau mendapat keistimewaan,” kata Syaiful saat berbincang dengan detikSport lewat sambungan telepon.

“Seraya MGPA melakukan koordinasi dengan Dorna. Kami, Komisi X, mendorong ITDC memastikan infrastruktur selesai. Baik sirkuitnya atau sarana dan prasarana pendukungnya agar bisa selesai saat homologasi, atau bisa tidak dimajukan. Percuma juga kalau statusnya tidak cadangan tapi infrastruktur tidak selesai,” kata dia menambahkan.

Syaiful menambahkan bahwa belum ada agenda untuk memanggil pihak-pihak terkait dengan MotoGP Indonesia. Komisi X berkaitan dengan Kemenpora dan Kemenparekraf.

“Belum ada rencana untuk memanggil pihak terkait. Mungkin bisa diagendakan pada sidang kedua yang berlangsung pada 11 Desember,” kata Syaiful lagi.(dtk/red)