Connect with us

Sumut

PMPHI Sumut : Tuak Bagian dari Budaya Harus Dipelihara

Published

on

Medan, Geosiar.com – Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Drs Gandi Parapat mengatakan, minuman Beralkohol atau Tuak bagian dari budaya, jadi tidak bisa dihapus. Tuak bagian dari Budaya, dan Budaya harus dipelihara. Bahkan, sebahagian manusia yang membutuhkannya dan yang meminum Alkohol itu, ikut menjaga keutuhan dan mendirikan NKRI.

“Ada daerah yang sangat tau manfaat minuman beralkohol seperti Tuak, kalau melahirkan minum Tuak atau Bir Air Susunya lancar untuk kebutuhan Manusia yang baru dilahirkan, Tuak menimbulkan tenaga habis dari ladang Minum Tuak langsung segar dan tidur. Itulah kebutuhan nenek, bagi daerah tertentu sampai sekarang,” kata Gandi Parapat menjawab Wartawan di Medan, Kamis (19/11/2020) ketika disinggung terkait Undang Undang Miras.

Lebih jauh kata Gandi, hal itu akan hilang karena semua yang meminum Alkohol Tuak akan masuk penjara. Sungguh hebat luar biasa kekuasaan dan pemikiran itu. Pemerintah akan menambah anggaran yang luar biasa apabila tidak ada niat membunuh orang yang terpidana. “Kami sangat meyakini masyarakat tidak berdaya dan tidak akan melawan hanya hukum alamlah yang bisa menilai kepintaran DPR sekarang apa benar atau salah,” tegas Gandi.

PMPHI SU kata Gandi, akan ikut menghimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak melawan orang kuat dan hebat di DPR juga Pemerintah. Tapi kalau masyarakat adu kekuatan dengan DPR ataupun Pemerintah Alamlah yang menjadi Juri, biarlah DPR menjalankan kekuasaanya.

“Tuan tuan dan Nyonya nyonya, pembuat Undang Undang di Senayan yang sangat pintar menciptakan situasi di NKRI dari Sabang sampai Merauke. Kepintaran dan Kehebatan DPR yang sekarang sungguh luar biasa sangat jauh dari DPR semenjak ada Indonesia, hal ini terbukti masalah RUU HIP, RUU Omnibus Law, RUU Minuman Beralkohol, ” kata Gandi.

Bahkan kata Gandi, RUU Omnibus Law telah diprotes hampir semua daerah, Pemerintah mengatakan masyarakat yang memprotes belum membaca yang seribu lebih halaman, tapi jelas setelah masyarakat, Mahasiswa memprotes akhirnya membatalkan beberapa Pasal dan juga beralasan salah ketik dan ada juga pembuat UU menyatakan belum membacanya.

Lanjut Gandi, masyarakat yang dinyatakan salah tidak peduli resiko unjuk rasa disituasi Covid 19, semoga mereka tidak menambah Bencana Covid 19. Setelah RUU HIP, RUU Omnibus Law muncul lagi RUU Minerba, larangan minuman beralkohol dan apabila dilanggar akan Pidana.

“Tuhan telah menciptakan Langit, Bumi dan isinya untuk kebutuhan manusia yang bermartabat, tapi kalau ciptaan Tuhan isi bumi ini tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan kepintaran dan kekuasaan, DPT yang pintar pintar itu dan digaji oleh hasil keringat rakyat lemah, PMPHI SU akan ikut takut,” pungkas Gandi. (Rel/red)

Advertisement