Connect with us

Sumut

Transportasi Massal Buy The Service Beroperasi di Medan, Naik Turun Penumpang Harus di Halte

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, sejak 16 Nopember 2020 lalu telah mengoperasikan Bus Transportasi massal di Kota Medan. Pengembangan tranportasi dengan skema pembelian layanan (Buy The Service/BTS) itu merupakan usulan Pemko Medan guna meminimalisir kemacetan yang nyaris stagnan di Kota Medan.

Saat ini sudah terealisasi transportasi di 3 koridor (trayek) untuk melayani warga Medan. Ke 3 koridor itu trayek Terminal Amplas – Lapangan Merdeka, Medan Tuntungan – Lapangan Merdeka dan Medan Tembung Lapangan Merdeka. Sedangkan 2 koridor lagi menyusul tahun depan trayek Belawan – Lapangan Merdeka dan Pinang Baris – Lapangan Merdeka.

Tentu saja, setelah usulan Pemko Medan pada masa Akhyar Nasution selaku Plt Walikota Medan dan Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar terealisasi, masyarakat Medan sudah menikmati transportasi yang nyaman.

Dari amatan dan investigasi Geosiar.com, Rabu (18/11/2020), dengan menaiki Transportasi BTS di koridor Terminal Amplas – Lapangan Merdeka dengan jenis Bus besar kapasitas 35 kursi. Bus dengan nama Trans Metro Deli dilengkapi fasilitas AC dan mengunakan CTTV dalam bus sehingga memastikan penumpang terasa nyaman.

Dengan kehadiran Bus transportasi massal ini terbukti mengurangi kemacetan lalu lintas sangat tepat. Dimana bus tidak boleh berhenti disembarangan tempat atau persimpangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

“Kita hanya boleh dan wajib berhenti disetiap titik halte yang telah ditentukan. Maka penumpang hanya boleh naik dan turun di halte,” terang Eka Suprianto selaku sopir Bus Trans Metro Deli kepada Geosiar.com, ketika berbincang bincang di dalam bus, Rabu (18/11/2020)

Dari amatan wartawan, koridor Terminal Amplas menuju Lapangan Merdeka terdapat sekitar 20 titik halte tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Disetiap halte bus wajib berhenti selama 10 detik kendatipun ada dan tidak ada penumpang

Adapun koridor Terminal Amplas – Lapangan Merdeka dengan melewati Jl Sisingamangaraja – Jl Pandu- Jl Pemuda -Jl Putri Hijau- Jl HM Yamin mutar Lapangan Merdeka/Jl Perniagaan. Untuk melintasi koridor tersebut terdapat 20 halte yakni di Jl Sisingamangaraja ujung jembatan layang Amplas, depan Sekolah Parulian 3, depan loket ALS, Simpang Marindal, Depan Univa, depan Jl Sp Selamat, Sp Limun Sp Jl Sakti Lubis, Samping Hotel Grand Antares, Sp Pelangi, Depan Ramayana Teladan, Depan Makam Pahlawan, Sp Jl Juanda, depan Taman Sei Deli, Depan Kolam Renang Paradiso, depan PDAM Tirtanadi.

Untuk di Jl Pemuda halte di depan Hotel Harmez, Kesawan depan Tjong A Fie, untuk di Jl Putri Hijau di depan Bank Indonesia dan masuk Jl M Yamin lalu mutar Jl Stasiun arah Lapangan Merdeka sebagai Halte terakhir. Di halte terakhir berhenti selama 15 detik sebelum bus kembali ke Terminal Amplas.

Sedangkan jurusan Lapangan Merdeka menuju Terminal Amplas melewati Jl Stasiun, lalu Halte pertama di Jl Cirebon depan Hotel Sochi. Lalu di Jl SM Raja depan PDAM Tirtanadi, Halte Yuki Sp Raya, Halte depan Makam Pahlawan, Halte Sp HM Joni, Halte Ramayana Teladan, Halte UISU, Simpang Jl Air Bersih, Halte Budi Dharma, Halte Sp Limun/Sp Jl Seksama, Halte SD 100, UNIVA, Sp Jl Garu IV, Halte Indo Grosir sp Jl Tritura, halte depan ALS. Sedangkan Halte depan RS Mitra Medika terakhir sebelum Terminal Amplas

Masih menurut Eka Suprianto, sedangkan Bus Trans Metro Deli hanya di Terminal Amplas berhenti agak lama yakni 10 menit. Disebutkan, untuk saat ini ada 10 unit bus koridor Amplas – lapangan Merdeka.

Dikatakan Eka, Ianya selaku supir bus Trans Metro Deli akan mendapat gaji dari pihak PT Medan Bus Transport selaku pengelola Bus Trans Metro Deli sebesar Rp 4,2 juta per bulan dengan waktu kerja 8 jam per hari.

Dimana bus Trans Metro Deli beroperasi sejak Pkl 5.00 Wib hingga Pkl 23.00 Wib setiap harinya. Dalam satu hari diberlakukan dua ship.

Saat ini hingga akhir Desember 2020 kata Eka, bagi penumpang, ongkos masih digratiskan. Namun, untuk di tahun depan 2021 dimungkinkan akan dikaji kembali. “Kendatipun bayar mungkin akan tetap lebih murah dari sarana angkutan lain,” ujar Eka.

Pada kesempatan itu, Eka mengeluhkan kondisi setiap titik halte yang tidak bebas berhenti dikarenakan kondisi halte yang dipadati parkir dan tempat jualan. Sehingga setiap hendak berhenti selalu terganggu.

Sementara itu, dalam amatan wartawan, tempat pemberhentian Bus Trans Metro Deli yang disebut Halte tidak ada bangunan Halte. Sehingga calon penumpang kebingungan hendak mau menaiki Bus dimaksud.

Parahnya, di Jl Stasiun Lapangan Merdeka sebagai pusat akhir koridor belum memiliki bangunan Halte. Tentu saja calon penumpang masih terlantar apalagi saat musim hujan dan panas. (lamru)

Advertisement