Connect with us

Dunia

Uni Eropa Nego Supaya Harga Vaksin Moderna di Bawah Rp 325 Ribu per Dosis

Published

on


Geosiar.com – Komisi Uni Eropa ingin memastikan harga vaksin Moderna di bawah USD 25, atau sekitar Rp 352 ribu, setelah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Boston itu mengumumkan kandidat vaksin Covid-19 mereka mendekati 100 persen efektif.

Komisi Eropa ingin mencapai kesepakatan dengan Moderna untuk pasokan jutaan dosis kandidat vaksin Covid-19 dengan harga di bawah US$ 25 per dosis, kata seorang pejabat Uni Eropa yang terlibat dalam pembicaraan tersebut, dikutip dari Reuters, 17 November 2020.

Moderna mengatakan pada hari Senin, vaksin eksperimentalnya 94,5% efektif dalam mencegah Covid-19, berdasarkan data sementara dari uji klinis tahap akhir. Uni Eropa telah melakukan pembicaraan dengan Moderna untuk vaksin Covid-19 eksperimental setidaknya sejak Juli, menurut dokumen internal UE yang dilihat oleh Reuters.

Pemerintah Inggris mengatakan mereka telah memastikan suplai vaksin Covid-19 Moderna setelah data uji menunjukkan 94,5% efektif. Inggris sendiri sudah mengamankan suplai vaksin Covid-19 dari enam perusahaan farmasi.

Pemerintah Inggris menambahkan bahwa mereka belum bisa mengetahui kapan tepatnya akan mendapat suplai dari Moderna. Moderna, kata Pemerintah Inggris, tengah mencoba untuk meningkatkan kapasitas produksinya sehingga diperkirakan vaksin baru siap untuk Inggris pada semester kedua 2021.

Pada Juli Financial Times melaporkan Moderna menawarkan vaksin virus corona sekitar US$ 25 hingga US$ 30 per dosis (Rp 325 ribu hingga 422 ribu), menurut orang-orang yang akrab dengan pembicaraan antara perusahaan dan pembeli potensial, atau lebih tinggi daripada pembuat vaksin lain yang telah setuju untuk membebankan biaya kepada pemerintah. Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech, saat itu sepakat dengan pemerintah AS dengan harga US$ 19,50 (Rp 274 ribu) per dosis.

Vaksin Moderna 94,5% efektif melawan virus corona, menurut data awal yang dirilis Senin oleh perusahaan, menjadikannya vaksin kedua di Amerika Serikat yang memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.

“Ini jelas merupakan hasil yang sangat menarik,” kata Dr. Anthony Fauci, dokter penyakit menular terkemuka AS, dikutip dari CNN. “Ini hasil terbaik yang hingga kini diperoleh; 94,5% benar-benar luar biasa.”

Moderna mendengar hasilnya melalui telepon pada hari Minggu sore dengan anggota Dewan Keamanan dan Pemantauan Data, sebuah panel independen yang menganalisis data uji klinis Moderna.(tmp/red)

Advertisement