Connect with us

Dunia

Jurnalis Meksiko Tewas Ditembak Saat Mau Siaran Langsung

Published

on

Ilustrasi penembakan. (dok)

Geosiar.com – Seorang jurnalis Meksiko ditembak mati saat sedang menyelidiki laporan tentang penemuan mayat manusia di dalam kantong plastik di Kota Salamanca, Guantanajo, Meksiko, pada Senin kemarin. Israel Vazquez, 31 tahun, ditembak orang yang tak dikenal beberapa saat sebelum melakukan laporan langsung dari TKP via Facebook untuk media El Salmantino.

Editor El Salmantino, Victor Ortega, mengatakan Vazquez tiba di lokasi penemuan jenazah sebelum ada petugas polisi. “Saat dia bersiap untuk Live Facebook, sebuah kendaraan dengan orang-orang bersenjata di dalamnya mendekat dan menembaknya setidaknya lima kali,” katanya dikutip dari laman resmi Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), Rabu, 11 November 2020.

Sebelumnya Komisi Nasional Pencarian Orang Meksiko (CNBP) menemukan 59 jenazah di Guantanajo. Angka pembunuhan di negara bagian ini melonjak seiring perang wilayah yang berkecamuk antara para kartel narkoba.

Kejaksaan Agung Guantanajo mengatakan tim khusus telah dibuat dan sedang menyelidiki kematian Vazquez. Namun sejauh ini belum ada satu orang pun yang ditangkap.


Menurut CPJ, Vázquez adalah jurnalis ketiga yang tewas di Meksiko dalam waktu kurang dari sebulan. Total sembilan jurnalis tewas di sana sepanjang tahun. Hal ini menempatkan Meksiko sebagai negara yang paling mematikan di dunia untuk profesi tersebut.

Tahun lalu, CPJ melaporkan bahwa 11 jurnalis tewas di Meksiko, tertinggi di dunia, melampaui Suriah yang dilanda perang, tempat tujuh jurnalis dibunuh pada 2019.(tmp/red)

Advertisement