Connect with us

Politik

Hasyim SE Yakin Kepemimpinan Bobby-Aulia Wujudkan Birokrasi yang Bersih

Published

on

Medan, Geosiar.com – PDI Perjuangan yakin kepemimpinan Bobby-Aulia sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Medan 2020-2024 nantinya akan mewujudkan birokrasi yang bersih di Pemerintahan Kota (Pemko) Medan. Dengan menempatkan pejabat ASN di Pemko Medan berdasarkan sistem menempatkan orang yang benar sesuai dengan kemampuan, maka terhindar kesalahan dalam kebijakan di birokrat.

Ketua DPC PDIP Kota Medan, Hasyim SE mengatakan, sebagai generasi muda yang mempunyai masa depan yang masih panjang, serta latar belakang keluarganya yang juga menantu Presiden, maka Bobby Nasution tidak akan mencoreng diri dan keluarganya dengan tersangkut masalah hukum.

“Selama 3 periodenisasi Wali Kota Medan sebelumnya banyak terjadi persoalan hukum. Sehingga tidak ada kesinambungan pembangunan dan bahkan terhenti sehingga Kota Medan stagnan. Bahkan priode kepemimpinan yang sekarang ini juga tidak jauh berbeda, tanpa ada mengalami perubahan,” ujar Hasyim SE (foto) kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Dikatakan Hasyim yang juga Ketua DPRD Kota Medan itu, untuk membangun Kota Medan harus ada orang-orang yang punya komitmen dan berani melakukan terobosan untuk perubahan di Kota Meda, agar Kota Medan tidak kembali terpuruk.

“Partai melihat profile Bobby ini masih bersih di birokrasi, belum ada cacatnya. Dengan latar belakang dia berasal dari keluarga Presiden tentu dengan mencalonkan diri itu menjadi pertanyaan. Kenapa dia mau mencalonkan, padahal apa yang dia dapatkan bisa diraih. Tapi kami melihat keterpanggilan jiwanya yang melihat Medan belum ada perubahan. Bung Bobby ini anak Medan dan tinggal di Medan, tapi dia prihatin melihat kondisi Medan sehingga ingin mengabdikan dirinya untuk membangun Kota Medan dan kepentingan masyarakat Medan,” paparnya.

Dilanjutkan Hasyim, kelebihan Bobby Nasution juga tidak akan membuat kesalahan dalam kepemimpinannya dan mengabdikan dirinya untuk Kota Medan. Apalagi beberapa kali beliau kampanye, yang disampaikan Bobby merupakan realita yang ada di Kota Medan dan apa yang mau dibuatnya masih dalam batas.
“Bukan cuma angan-angan sehingga semua bisa diwujudkan. Selama ini kendala Pemko Medan adalah keterbatasan anggaran, jadi dengan Bobby menjadi Wali Kota dapat dimaksimalkan dengan konektivitasnya ke pusat,” imbuhnya.

Pada saat nanti Bobby memimpin Medan, beliau bisa bermohon ke pusat sehingga anggaran untuk Kota Medan dapat diupayakan bantuan ke pusat sehingga pembangunan lebih cepat.

Karena anggaran infrastruktur fisik di APBD 2021 yang sudah dianggarkan dengan keterbatasan dana tidak sampai Rp 300 miliar. Padahal, kata Hasyim lagi, ada 21 kecamatan se Kota Medan yang butuh pekerjaan infrastruktur seperi drainase dan penunjang lainnya.
“Dana itu sangat minim dan inilah kelebihan Bobby bisa dia pergunakan konektivitas nya ke pusat untuk membawa anggaran ke Kota Medan,” ucapnya.

Selain itu, sebagai sosok pengusaha juga, Bobby juga diharapkan dapat memiliki hubungan ke pngusaha yang artinya bisa menggandeng investor lebih banyak lagi ke Kota Medan. Hal ini sehingga investasi dan membuka lapangan kerja dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

“Bisa juga meyakini perusahaan-perusahaan seperti BUMN untuk menganggarkan dana CSR yang dapat ditarik dengan sosok dia untuk membangun Kota Medan,” katanya. (lamru)

Advertisement