Connect with us

Sumut

31 Santri dan Guru Pesantren di Medan Positif Corona

Published

on



Medan, Geosiar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan mengungkap 31 santri dan guru di Pesantren Raudhatul Hasanah, Jalan Djamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Sumatera Utara positif Covid-19.
Temuan ini diperoleh dari hasil tes swab kepada 423 orang di pesantren.

“Jadi dari yayasan ini yang sudah di-swab 423 orang dan yang terkonfirmasi positif 44 orang. Kemudian yang diisolasi ada 31 orang dan sudah sembuh 13 orang,” kata Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan Arjuna Sembiring, Kamis (22/10/2020).

Santri yang dinyatakan positif Covid-19, kata dia, telah menjalani isolasi di Wisma Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kecamatan Medan Helvetia.


“Jadi mereka yang terkonfirmasi positif masuk isolasi Pemko Medan tersebut sejak 8 dan 9 Oktober lalu. Setelah diisolasi ada 13 orang santri dan guru pesantren yang sembuh kemudian diizinkan kembali ke pondok pesantren,” urainya.

Arjuna mengatakan, tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan sudah lima kali melakukan swab test terhadap 423 orang santri dan guru yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Pihaknya juga telah meminta agar seluruh aktivitas di pesantren dihentikan.

“Dari tanggal 28 dan 29 September kemudian tanggal 5-7 Oktober lalu, kita juga telah memerintahkan agar pondok pesantren menghentikan aktivitas keluar masuk para guru maupun pekerja pondok pesantren,” tambahnya.


Ia memastikan tim Gugus Tugas Covid-19 terus melakukan screening dengan penyemprotan dan menyampaikan kepada pihak yayasan untuk mengatur kegiatan guna mencegah klaster baru di pesantren.

“Jadi di dalam sudah dikomunikasikan mereka memang harus mengisolasi tidak ada komunikasi keluar masuk atau anak-anak, sebelum ada screening dari dinas dan puskesmas belum boleh keluar masuk” paparnya.

Berdasarkan data 22 Oktober 2020, kasus positif Covid-19 secara nasional mencapai 377.541 dengan 301.006 sembuh dan 12.959 meninggal dunia.(cnn/red)

Advertisement