Connect with us

Dunia

Beri Visa untuk Prabowo, Cara Amerika Hadang Pengaruh Cina 

Published

on

Geosiar.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengatakan, pihaknya memiliki inisiatif untuk memperkuat dan memperluas aliansi Amerika dengan negara-negara demokrasi yang dianggap memiliki pemikiran sama guna menghadang pengaruh Cina dan Rusia. Dua dari sejumlah negara yang menjadi target peningkatan kerja sama ini adalah India dan Indonesia.

Esper mengatakan Pentagon akan sistematis memantau dan mengelola hubungannya dengan negara-negara mitra. Kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto ke Amerika pada 15-19 Oktober 2020 dan rencana kunjungan Esper ke India pekan depan disebut salah satu cara untuk merangkul dua negara itu.

“Mereka semua mengakui apa yang sedang dilakukan China,” kata Esper dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 21 Oktober 2020.

Sebelumnya, Prabowo pada 2012 kepada Reuters mengatakan Amerika telah menolak untuk menerbitkan visa untuknya karena dia diduga terlibat dalam kerusuhan yang membunuh ratusan orang saat Soeharto dipaksa mundur sebagai presiden tahun 1998. Namun hal ini berakhir setelah Prabowo datang ke Amerika Kamis pekan lalu.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kunjungan Prabowo ke Amerika untuk menekankan pentingnya kerja sama militer di berbagai level. Rilis resmi dari pemerintah Amerika mengungkapkan jika Prabowo dan Esper membuka peluang adanya aktivitas bilateral militer ke militer dan bekerja sama di sektor keamanan laut.

Esper memberi nama inisiatif ini sebagai Panduan untuk Pembangunan untuk Aliansi dan Kemitraan (GDAP). Bagian penting dari upaya ini adalah untuk memperluas penjualan senjata dan mendukung industri pertahanan Amerika melawan persaingan dari Moskow dan Beijing.

Esper menuturkan dia telah mengambil langkah-langkah untuk meringankan pembatasan ekspor senjata. Inisiatif GDAP juga dipakai untuk mengidentifikasi peluang dan melindungi pasar penjualan senjata Amerika.

Salah satu contohnya, kata Mark Esper, pelonggaran Amerika untuk ekspor drone militer sehingga bisa dijual ke Taiwan dan Uni Emirat Arab.(tmp/red)

Advertisement