Connect with us

Politik

DR Hinca Pandjaitan Soroti Kinerja Jokowi, Hutang Terus Menumpuk Setiap Penduduk Rp 20,5 Juta/Orang

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota Komisi III DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS menyebut bahwa rezim saat ini adalah rezim berutang. Bahkan Hinca menilai, Presiden RI dan Menteri Keuangan boleh saja selalu menutupi soal utang dengan kalimat kasuistis yang dimana negara lain juga mengalami lonjakan utang.

Tetapi menurut Hinca Pandjaitan selaku Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat itu memberikan penilaian sederhana, salah satu keberhasilan kampanye Jokowi pada 2014 lalu dikarenakan “Janji Manis” yang begitu terngiang dalam benak publik yakni “tidak mau utang”. Ada banyak jejak digital yang bisa ditelusuri oleh publik.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi Geosiar.com, Selasa (20/10/2020) disebutkan, Hinca Pandjaitan (foto) tidak mau berhenti pada persoalan pemenuhan janji tersebut sebab sudah secara nyata janji tersebut tidak terealisasi bahkan sejak periode pertama itu terjadi. “Masalahnya adalah, utang kita hari ini cukup mengkhawatirkan. Utang kita terus meningkat, namun pertumbuhan ekonomi tersendat bahkan saat ini turun signifikan. Artinya, penggunaan utang kita tidak efektif,” sebutnya.

Ditambahkan Hinca Pandjaitan, kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) memang secara tidak langsung “menyelamatkan” muka istana dalam hobi rezim ini yang terus menumpuk utang. Defisit anggaran akibat pandemi memang membuat pemerintah mau tidak mau menambah utangnya. Pada hal, itu sangat berbahaya bagi pemerintahan yang akan mengambil estafet pergantian pimpinan di 2024 nanti. “Beban berat menanti siapapun ia yang akan menjadi Presiden di negeri ini,” tuturnya.

Disampaikan dalam lembaga riset independen dan otonom yang dilakukan institut pengembangan ekonomi dan keuangan (Institute for Development of Economics and Finance -INDEF), bahwa masing-masing penduduk Indonesia kini menanggung hutang Rp 20,5 Juta.

Angka itu bahkan diproyeksikan akan terus meningkat, sebab pada Kuartal II 2020 pertumbuhan ekonomi kita menurun hingga sentuh level -5,32% dan itu semua juga merupakan turunan akibat dari lambannya penanganan covid-19 di Indonesia.

“Selamat ulang tahun yang pertama periode kedua bagi pemerintahan Jokowi-Amin. Ada banyak kado yang diberi pada bangsa ini. Sayangnya tumpukan kado tersebut bukanlah hal yang menggembirakan bagi masyarakat, justru cemas dan takut yang menghantui. Jangan lupa, tidak hanya ekonomi yang alami resesi tapi juga demokrasi kita turut dalam bayang-bayang resesi bahkan menuju depresi,” ulasnya. (lamru)

Advertisement