Connect with us

Politik

Atasi Limbah Organik, Akhyar Nasution Tertarik Budidaya Maggot

Published

on

Medan, Geosiar.com – Calon Walikota Medan nomor urut 1, Ir H Akhyar Nasution MSi mengunjungi pondok budidaya Maggot yang terletak di Jalan Abdul Sani Lingkungan 2, Gang budiman, Kelurahan Terjun, Kecamatan Marelan, Sabtu (10/10/2020) siang.

“Begitu tahu Maggot, langsung aja aku kemari. Karena memang 4 tahun yang lalu aku sedang nyari itu, tapi baru ketemu jodoh hari ini,” ungkap Akhyar kegirangan saat berbincang dengan Ketua Budidaya Maggod, Kusmiardi.

Menurut Akhyar, hewan sejenis belatung yang termasuk keluarga lalat atau black soldier flys hermetia illucens ini, dapat mengatasi limbah organik. Di Kota Medan sendiri menghasilkan sekitar 2.000 ton sampah setiap harinya, 30 persen diantaranya yang bisa di recycle dan juga di reduce.

“Ada pemikiran di samping ini, jadikan itu pakan ternak. (Sampah-sampah kita) itu kan datang ke sana masih segar, jadi kalau ada yang mau ternak lembu, ya ke sana (tempat pembuangan akhir). Aku pernah liat di Karanganyer, TPS di sana bersih, ternyata di sana itu digunakan juga untuk lokasi makan lembu. Jadi di sana itu 1 pemulung punya 3 ekor lembu. Pulang dia mulung, lembunya juga kenyang, dia juga bawa hasil,” bebernya.

Insyallah, lanjut Akhyar, ada rezeki dapat amanah menjadi Walikota Medan, potensi ini akan dikembangkannya bersama Salman Alfarisi sebagai wakilnya di Pemko Medan. “Kalau bisa reduce nya dengan cara begini, harus jadi duit. Orang sekarang ini masih berkutat apa yang mau kukerjai. Bu Rena Simbolon itu bisa jadikan briket arang (dari sampah sampah). Kalau kita mau, banyak yang bisa dikerjai. Mungkin nanti ini bisa saya kembangkan,” terangnya.

Ketua Budidaya Maggod, Kusmiardi menyampaikan, setidaknya mereka memiliki 10 kelompok budidaya ini, ada di Deli Serdang dan Langkat. “Jadi Pak, untuk mencukupi target besar, kita harus gabung dengan rekan lainnya. Untuk sehari kita bisa menghasilkan 1 ton. Ke depannya kita akan buat lapangan kerja. Kalau ada anak remaja mesjid yang mau ini juga bisa. Kita kembangkan Maggot. Saya lihat ini sangat bagus. Untuk meladeni umpan mancing aja kita kewalahan,” jelasnya.

Kepada Akhyar, Kusmiardi menerangkan, saat ini mereka sangat membutuhkan alat pencacah sampah. Karena, dengan alat yang mereka miliki, itu sangat terbatas. Saking menjanjikan, industri pakan ternak seperti Pokphand juga sudah melirik usaha yang mereka kembangkan.

“Kami sudah punya pasar sendiri pak, bahkan lebih dari 1 ton udah ada yang nampung. Jadi kalau kita punya mesin pencacah, 1 ton sehari bisa kita hasilkan, karena 1 maggot ini makanannya bisa 4 kali dari berat badan. Jadi, kalau sehari kita bisa menghasilkan 1 ton maggot, berarti kita butuh 4 ton sampah,” terangnya.

Dia pun setuju dan mendukung Akhyar dalam penanganan sampah di Kota Medan. Mereka juga sepakat akan memberikan dukungan dan memenangkan Akhyar – Salman dalam pemilihan kepala daerah pada 9 Desember mendatang.

Menyikapi ini, Akhyar sangat gembira. Akhyar pun berjanji akan mengembangkan segala potensi yang ada untuk warga Kota Medan.
“Kalau ada gini, aku senang kali. Pemko Medan nanti bisa membantu, ini cara untuk menangani sampah kita. InsyaAllah, kalau sudah jadi walikota, kita kembangkan semua, bagaimana mengatasi sampah. Jadi memang sampah itu harus jadi duit, kalau tidak, itu akan jadi masalah,” tandasnya.

Saking semangatnya dalam pengelolaan sampah, Akhyar pun sangat berkeinginan sampah yang ada bisa langsung diantarkan ke Pondok Maggot Marelan.
“Ini bisa juga beberapa orang dan sampahnya juga bisa kita antar. Kita punya potensi yang luar biasa, kalau kita kembangkan, saya sangat berterimakasih, karena caranya ya harus seperti ini, harus jadi duit,” urainya.

Oleh karena itu, Akhyar mengajak para anak muda untuk bisa mengembangkan potensi yang luar biasa. “Ayo anak muda, gak perlu kelen cari kerja. Ini aja kelen produksi. Ini lebih hemat kalau kita kerja di rumah, enggak perlu ongkos, enggak perlu beli makan di luar. Jadi ayok anak anak muda, ini pekerjaan mulia,” tuturnya.

Akhyarpun menceritakan bagaimana pengalamannya ketika pergi ke Tiongkok. Negara ini juga dikenal pertumbuhannya sangat cepat. Setelah diselediki, ternyata home industri di sana tumbuh.
“Jadi gak usah malu, gak usah sibuk buat lamaran, ini bisa jadi duit,” ajaknya. (lamru)

Advertisement