Connect with us

Nasional

Cipayung Plus Nasional Gelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Published

on

Jakarta, Geosiar.com – Organisasi Cipayung Plus Nasional yang merupakan aliansi beberapa organisasi meliputi HMI, IMM, GMNI, KAMMI, PMKRI, PMII, HIKMAHBUDHU, KMHDI, GMKI dan LMND melakukan seruan aksi penolakan terhadap pengesahan RUU Omnibus Law. Aksi ini berlangsung pada, Kamis (8/10) dengan titik kumpul dari Margasiswa PMKRI, Menteng Jakarta Pusat menuju Istana Negara.

Aksi ini dilakukan lantaran RUU Omnibus Law khususnya mengenai Cipta Kerja yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Senin (5/10). RUU ini dinilai tidak pro terhadap rakyat, mengingat terdapat beberapa poin dalam RUU ini yang dianggap bertentangan dengan semangat konstitusi.

Menurut mereka penolakan yang sedari awal telah disampaikan oleh rakyat menolak untuk ditindaklanjuti oleh DPR RI. Rancangan undang-undang ini sarat dengan kepentingan pemodal yang tidak
mengakomodir, memperhatikan keberlangsungan lingkungan, kesejahteraan Buruh, dan
pengeolaan sumber daya alam yang baik.

Ketua Presidium PP PMKRI, Benidiktus Papa mengungkapkan bahwa aksi ini juga merupakan bentuk konsistensi seluruh elemen OKP Cipayung dalam mengawal kepentingan-kepentingan rakyat, terkhusus RUU Omnibus Law.

“Yang paling penting adalah kita mengawal untuk menggagalkan Omnibus Law, karena kita ini melihat betul-betul tidak pro rakyat. Sebaliknya Omnibus Law pro terhadap oligarki kekuasaan dan membuka seluas-luasnya untuk investasi di negara kita tercinta ini,” ujar Benidiktus.

Terbukanya investasi ini menurut Benidiktus memicu kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, Benidiktus mengatakan bahwa satu-satunya jalan untuk menghindari hal tersebut adalah menggagalkan RUU Omnibus Law dengan turun ke jalan.

Alboin Samosir dari Pengurus Pusat PMKRI sekaligus sebagai Koordinator Lapangan (KORLAP) menjelaskan masa aksi hari ini murni gerakan Cipayung plus yg tergabung dalam 10 organisasi nasional. Masa aksi yg hadir pada aksi hari ini mencapai puluhan ribu orang.(rel/red)

Advertisement