Connect with us

Politik

Memilih Kotak Kosong Memilih Roh Jahat

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat.(foto/ist)

Medan, Geosiar.com – Kordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, memilih Kotak Kosong dalam Pilkada adalah memilih Roh Jahat atau Hantu dan sejenisnya, jadi Pemerintah mohon jangan biarkan lagi Pembodohan kejahatan ini.

“Kalau tidak ada lawan.., ya aklamasi aja dan disahkan calon tunggal itu, kita manusia yang bermoral, beradab, beragama tapi kita melakukan pelanggaran untuk berbangsa dan bernegara. Jadi orang Pintar yang berlagak Dewa segera tobat, dukung Kami untuk membatalkan Pilkada Pemilihan Kotak Kosong,” tegas Gandi menjawab Wartawan di Medan, Selasa (6/10/2020).

Apalagi di daerah adat Batak lanjut Gandi, seperti umpasa Batak yang mengatakan “Dang di ho, dang di au, tumagon tu begu” (Tidak untuk kau, tidak untuk saya lebih bagus di Hantu). “Prinsip ini yang sangat berbahaya, lebih bagus ke Setan, Hantu dari pada Manusia, padahal dalam prilaku Adat dan ajaran Agama Sayangilah musuhmu seperti menyayangi dirimu sendiri. Jadi jangan sampai terjadi kejahatan itu,” tegas Gandi lagi.

Lebih jauh kata Gandi, yang mengawali Pembodohan ini adalah Partai, padahal mereka melakukan Pemilihan. Kalau hanya satu calon saran Gandi, seharusnya langsung dilantik. “Saya tidak akan bosan menyuarakan hal ini, dan saya siap menghadapi orang orang yang merasa hebat dan pintar. Kalaupun tidak mau tolong segera sadar dan dukung Kami agar Pilkada satu pasang segera disahkan. Bila perlu duluan dilantik menjadi Bupati/wkl Bupati, Walikota/Wkl Walikota, Gub/wkl, jangan ada alasan melanggar UU,” katanya.

Kalau diteruskan kata Gandi, proses Pemilihan Roh Jahat ini yang benar benar melanggar UU dan ajaran Agama, apalagi disaat yang paling menakutkan ini menghadapi penyakit mematikan Covid 19.

Untuk menghemat, biaya kampanye itu dibelikan Beras dan yang lain untuk mengurangi Penderitaan di Daerah PILKADA. “Harapan kami diluar Pilkada Kotak kosong, kalau sudah ada vaksin atau obat yang sudah direkomendasi Balai POM agar segera diberikan ke masyarakat, terutama daerah yang diharuskan PILKADA untuk menghindari kerugian besar dan kematian,” kata Gandi.

“Harapan kami kepada Presiden, tolong dengar dan lakukan permintaan Kami ini, jangan takut kepada orang ataupun kelompok yang membuat kesalahan pembodohan, sadarkan rakyat ini agar bermoral berprilaku dan selamatkan dari bahaya Covid 19, seperti surat kami bulan september 2020,” harap Gandi.

Dijelaskan, masih banyak masyarakat yang tulus untuk kepentingan bangsa dan negara membantu Bapak Presiden, memberikan pemikiran sehat. “Kami masih berharap Bapak Presiden mendengar kami seperti peristiwa PT SOL yang membuat meledak Turbin dan masyarakat disekitarnya ketakutan ke lokasi kejadian, melihat dan terjadi peristiwa spontan pemukulan, pengrusakan, pengambilan barang,” katanya.

Untung bapak Presiden dan Hakim, Gandi mengingatkan kembali peristiwa yang terjadi di Taput dan Humbahas. Presiden dan Hakim dinilai berpikiran sehat tidak mau terpengaruh, akhirnya yang ditangkapi dihukum tidak seperti tuduhan PT SOL. “Atas permohon kami Bapak Presiden membatalkan peresmian PT SOL dan Natal Nadional di HUMBAHAS. Juga Sinode Godang HKBP tidak dicampuri Pemerintah ini juga ada pengaruhnya suara Kami. Jadi tolonglah pak Presiden jangan bosan mendengar suara Kami rakyat yang berpikiran sehat dibelakangmu,” pungkas Gandi.(rel/red)

Advertisement