Connect with us

Politik

Rencana Sertifikasi Rumah Ibadah, Ustad Tengku Zulkarnaen Ajak Akhyar Nasution Keliling Medan Pilih Berpengalaman

Published

on

Medan, Geosiar.com – Penceramah kondang tanah air, Ustad Tengku Zulkarnain mengajak umat muslim untuk memilih pemimpin yang sudah berpengalaman. Bahkan, kisah pemimpin inipun diabadikan dalam Al-Quran.
Dalam tausyiahnya di Masjid Al Falah, Jalan Ibrahim Umar, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (4/10/2020) pagi.

Ustad Tengku Zulkarnain menerangkan salah satu kisah Nabi Samuel hingga pengangkatan Thalut sebagai pemimpin untuk mengalahkan Raja Jalud. Saat perang dimulai, sesosok anak kecil lantas berdiri dihadapan Jalut sembari menerangkan bahwa riwayat Jalut akan tamat. Tapi Jalut tak menghiraukan anak kecil itu, hingga akhirnya Jalut pun mati kena ketapel anak kecil tersebut.

“Siapa anak itu? Dialah Nabi Daud yang saat itu masih kecil. Dikarenakan masih kecil dan belum pantas jadi raja, akhirnya Nabi Daud dikader oleh Thalut,” ujar Tengku Zulkarnain.

Pesan memilih pemimpin ini juga sudah dijelaskan dengan lugas. Ustad Tengku Zulkarnain juga menyebutkan sebuah pesan Rasulullah SAW mengenai pemimpin yang karbitan.

“Kenapa kisah itu ditulis di Al-Quran? Karena itu gambaran. Sama juga ketika Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi di umur 40 tahun. Kenapa? Menunggu matang,” tegasnya.

Maka dari itu, Wakil Sekjen MUI ini kembali menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang sudah matang alias berpengalaman.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Cinta Masjid, Ustad Heriansyah mengajak umat muslim untuk kumpul kembali, bergairah, bangkit, dan back to masjid. “Sejak mewabahnya virus Covid 19, setahun ini membuat masjid terdegradasi. Bahkan beberapa waktu lalu disebut, bioskop bioskop diminta untuk dibuka kembali. Kenapa wacana ini muncul? Karena nonton bioskop ini dianggap membuat orang bahagia. Jadi imunitas lebih kuat. Padahal di masjid ini lebih baik, gak bayar, gak perlu tiket, dan pahalanya tidak terhingga,” jelasnya.

Dalam sebuah hadis, imbuh Heriansyah, duduk di masjid lebih baik daripada membebaskan seribu budak. Kita tidak perlu bioskop, kita hanya cukup kembali ke rumah Allah.

“Pak Akhyar ini Wakil Walikota, kemarin cuti karena akan mengikuti Pilkada Medan. Kenapa kita bersama beliau. Karena beliau yang pertama kali mencetuskan, karena beliau akan sertifikasi masjid. 1 periode 500 masjid akan disertifikasi. Maka kami mengajak beliau untuk melihat masjid masjid di Kota Medan ini,” ujarnya.

Heriansyah mengaku, aliansi ini akan terus bersama Akhyar Nasution, bahkan akan terus jika beliau mengemban amanah menjadi Walikota Medan.
“Permintaan kami, jangan ganggu agama. Soal ketertiban, umat Islam ini sudah paham. Kami juga minta kepada Pak Akhyar untuk mengembalikan izzah Kota Medan. Kami diskusi banyak hal,” ungkapnya.

Selain mengajak umat untuk meramaikan masjid, Heriansyah juga meminta untuk tetap disiplin protokol kesehatan, karena orang yang percaya takdir, adabnya harus berikhtiar.

“Makanya kita ramaikan masjid dan kita ketuk pintu pintu langit,” imbaunya. (rel/lamru)

Advertisement