Connect with us

Nasional

Terkait Calon Tunggal Surati Presiden, PMPHI Siap Hadapi Pakar Hukum, Politisi, Akademisi dan Prof

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat.(ist)

Medan, Geosiar.com – Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut menyurati Presiden RI Joko Widodo, berkaitan dengan sejumlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia melawan Kotak Kosong, karena calonnya Tunggal. Dalam surat PMPHI itu ditegaskan agar Pilkada Calon Tunggal ditunda, atau langsung Dilantik tanpa Kampanye. Namun, sejumlah pakar hukum tetap mendukung langkah yang dilakukan KPU, akan digelarnya Pilkada melawan Kotak Kosong.

“Saya tidak peduli pendapat beberapa Pakar Hukum, baik Profesor, Akademisi ataupun siapa saja. Ada yang menyatakan diadukan saja ke Mahkamah Konstitusi, atau dibuat Perpu. Bahkan menyatakan sah menurut Undang Undang, itulah yang saya maksud Undang Undang Pembodohan. Coba tunjukkan dalam Undang Undang mana Manusia dilaga dengan benda mati. Pemilihan itu memilih Manusia untuk menjadi Kepala Desa, menjadi Bupati, Walikota, Gubernur, Presiden. Berarti lebih dari satu yang akan dipilih, tidak ada alasan karena tidak mampu memperoleh Perahu atau Partai. Makanya jelas dalam surat kami ini, kalau tidak dibatalkan ya dibuat saja proses Pelantikan dan biaya kampanye untuk beli beras dibagi kepada masyarakat,” tegas Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat di Medan, Senin (28/9/2020)


Surat PMPHI ke Presiden RI Jokowi

Lebih jauh kata Gandi, didalam Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Beradabkah kita membuat pertandingan Manusia dengan Kotak Kosong ?

“Ini menurut Saya tidak beradab. Jadi, melalui ini Saya akan mengajak agar semua kita ini Beradab. Uang untuk Kampanye dibelikan untuk Beras. Sampai kapanpun tidak akan saya terima hal seperti itu dan saya yakin Presiden memahami Saya,” kata Gandi.

Bahkan, Gandi tidak peduli dengan tanggapan dan komentar dari sejumlah pakar hukum. Kampanye kotak kosong adalah pembodohan. “Saya tidak peduli dengan pendapat para Pakar yang terpengaruh. Jangan habiskan uang untuk hal yang tidak berguna, kampanye kotak kosong pembodohan dan menghabiskan uang,” pungkasnya. (red)

Advertisement