Connect with us

Lifestyle

Trik Bersepeda Aman di Tengah Pandemi Corona

Published

on


Geosiar.com – Rutin bersepeda mampu membantu meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah di tubuh Anda. Namun, bersepeda di luar ruangan di tengah pandemi COVID-19 tentu dapat memicu penularan semakin luas.


Berolahraga di masa pandemi ini memang butuh persiapan lebih. Patuh protokol kesehatan menjadi kunci utama agar bersepeda tetap aman dan memberikan manfaat yang baik untuk tubuh.


Selain itu, ada beberapa tips lainnya yang wajib Anda tahu sebelum memutuskan untuk mulai bersepeda di masa pandemi. Berikut beberapa tips berdasarkan paparan dokter umum RS Pondok Indah, dr. Muliadi Limanjaya.


Alat pelindung diri


Olahraga bersepeda merupakan olahraga yang dapat melatih banyak sekali otot tubuh, seperti otot perut, paha, betis, hingga kaki dengan risiko cedera yang rendah. Bersepeda juga mampu membantu tubuh membakar lemak, mencegah obesitas, dan juga meningkatkan stamina.

Ke depannya, dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah. Namun, dalam olahraga bersepeda, yang paling sering terjadi adalah cedera otot. Olahraga bersepeda cenderung bersifat statis, sehingga otot berada pada posisi yang sama dalam waktu lama.


Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera, apalagi jika Anda tidak melakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga. Maka,lakukan pemanasan dan peregangan. Tak lupa memakai alat pelindung diri lainnya seperti helm dan lampu sepeda tetap wajib. Apalagi jika Anda bersepeda malam hari.

Penggunaan masker mutlak diperlukan untuk menjaga diri kita sendiri dan orang lain dari penularan penyakit. Pilih masker dari bahan yang mudah menyerap keringat, supaya kenyamanan Anda ketika bersepeda tidak terganggu.


Cegah dehidrasi


Adapun bersepeda dapat dilakukan pagi atau sore hari. Namun, karena olahraga bersepeda cenderung dilakukan di ruang terbuka, patut dipertimbangkan juga kondisi cuaca di sekitar Anda. Bersepeda pada pagi hari mungkin akan lebih baik karena cuaca cenderung lebih segar, dan intensitas sinar matahari belum terlalu tinggi.


Sehingga radiasi sinar UV dapat Anda hindari dan cenderung minim dehidrasi. Selalu bawa air minum untuk hidrasi dan jangan lupakan hand sanitizer di dalam tas kecil Anda.


Rute sepi


Cari rute perjalanan yang sepi, hindari daerah yang ramai atau rute populer yang banyak dilalui orang bersepeda lainnya. Cobalah mengatur waktu bersepeda, carilah waktu di mana tidak banyak orang lain bersepeda.
Waktu yang tepat untuk bersepeda.


Untuk menjaga kebugaran, Anda dianjurkan untuk berolahraga minimal 2,5 jam dalam waktu seminggu dengan intensitas ringan sampai sedang, bergantung dengan kesanggupan fisik dan kebugaran otot Anda. Sebaiknya ketika Anda memulai berolahraga, mulailah dengan intensitas rendah, untuk melatih otot agar terbiasa dengan olahraga ini.


Anda dapat memulai dengan beberapa sesi pendek, sekitar 30 menit sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. Sesi pendek namun sering akan lebih bermanfaat dibandingkan sesi yang cenderung lebih panjang namun dengan frekuensi yang kurang.


Jaga jarak


Menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit. Sebaiknya bersepeda dengan keluarga atau kerabat yang serumah dengan Anda, untuk meminimalkan risiko terjadinya penularan penyakit.


Apabila ingin bersepeda dengan berkelompok, batasi kelompok bersepeda Anda maksimal lima orang. Apabila Anda ingin bersepeda dengan teman atau kerabat yang tidak serumah, pastikan Anda dan kerabat Anda sudah melakukan tes pemeriksaan COVID-19 sebelumnya dengan hasil negatif, agar tetap aman. Meskipun demikian, masker harus selalu digunakan ya.


Minim sosialisasi


Langsung pulang ke rumah dan mandi setelah bersepeda, untuk sementara hindari dulu kegiatan sosialisasi atau beristirahat setelah bersepeda sambil makan minum dengan kerabat, karena kegiatan ini biasanya membuat Anda harus membuka masker.


Olahraga bersepeda memiliki banyak manfaat untuk tubuh Anda, mulai dari melatih otot lebih kuat sampai menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Silakan berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum memulai kebiasaan bersepeda, apalagi bila Anda memiliki riwayat penyakit tertentu.

Jangan lupa, tetap terapkan protokol kesehatan yang ketat, agar Anda dan keluarga bisa tetap aman dan sehat ketika bersepeda.
Juga, tentunya ada batasan yang harus Anda ikuti, baik dari segi durasi, ataupun intensitasnya. Semakin bertambah usia seseorang, batasan untuk aktivitas fisik akan semakin ketat.

Salah satu indikator yang sering digunakan adalah denyut jantung Anda. Untuk mengetahui batasan maksimal dalam berolahraga sepeda, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda ya.(vv/red)

Advertisement