Connect with us

Sumut

Kepala PPPPTK BBL Medan Rasoki Lubis : Lulusan SMK Harus Memiliki Daya Saing

Published

on

Drs Rasoki Lubis M.Pd saat dimintai komentarnya oleh awak media disela sela acara di Aula PPPPTK BBL. (foto/ist)

Medan, Geosiar.com – Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Medan,  Drs Rasoki Lubis M.Pd mengatakan, ke-depan program pendidikan SMK akan disingkronkan dengan dunia industri. Supaya para lulusan SMK menjadi berkualitas dan memiliki daya saing. Sehingga dapat diterima bekerja di perusahaan. 

“Program pendidikan SMK akan disingkronkan dengan dunia industri. Supaya para lulusan SMK menjadi berkualitas dan memiliki daya saing,” tegas Drs Rasoki Lubis M.Pd kepada wartawan, usai membuka Sosialisasi Program Revitalisasi dan Pemetaan Potensi BBPPMPV/BPMPV KPTK di  Aula PPPPTK BBL Medan Jalan Setia Budi No. 75 Kapten Sumarsono Helvetia Medan, Jumat (18/9/2020).

Lebih jauh kata Rasoki, setelah sosialisasi ini, para kepala sekolah SMK dan Dinas Pendidikan Sumut bisa menerapkan program-program yang telah disampaikan para nara sumber yang dihadirkan, seperti Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Mesin dan Teknik Industri, Dr Henri Tambunan, BBPPMPV Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dr. Sugiarta, BBPPMPV Bidang Otomotif dan Elektronika, Edy S.S M.Pd, BBPPMPV Seni dan Budaya, Ir Siswoyo MSi, BBPPMPV Bidang Bangunan dan Listrik, Dr Ahmad Dahlan, BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Dr. Akhsin, BBPPMPV Pertanian, Dr Ir M Bakrum MM dan narasumber lainnya.

Selanjutnya kata Rasoki, melalui program ini, para kepala sekolah bisa menyelaraskan program pendidikan SMK dengan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri.

“Dengan dilaksanakannya program tersebut maka para dunia industri bisa menampung para pelajar ini. Sebab selama ini, tamatan SMK kita tidak cocok dengan  kebutuhan industri,” katanya.

Selain itu, kata dia, program ini juga menjadi pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan vokasi. Sekaligus penyelarasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Tidak hanya menciptakan output lulusan SMK, tapi juga menghasilkan outcome siswa yang berkualitas dapat diterima di industri, bahkan Program Adaptif Vokasi saat ini sedang dirancang dan akan menjadi salah satu program yang akan dilaksanakan tahun depan,” tambahnya.

Kegiatan ini mengundang 75 peserta meliputi peserta internal BBPPMPV  dan eksternal dari lembaga kursus dan pelatihan, Industri, Sekolah Menengah Kejuruan, Dinas Pendidikan Propinsi dan lainnya.(red)

Advertisement