Connect with us

Olahraga

Menpora: Tak Apa jika Piala Dunia U-20 2021 Ditunda

Published

on



Jakarta, Geosiar.com – Menpora Zainudin Amali menyatakan nasib Piala Dunia U-20 2021 masih aman. Ia tak masalah jika pada akhirnya ditunda, itu masih lebih baik ketimbang dimajukan.


Nasib Piala Dunia U-20 di Indonesia diragukan melihat trennya penundaan berbagai ajang tahun ini. Mulai dari sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022, Piala AFF, Piala AFC, hingga Piala Asia U-16 dan U-20 2020.

Kerangka Kepanitiaan Rampung
Cuma Piala AFC 2020 yang dinyatakan dihentikan, sisanya akan digelar pada awal tahun. Di satu sisi, ajang seperti Piala Asia U-19 adalah bagian dari Kualifikasi Piala Dunia U-20. Empat tim teratas ajang ini akan mentas di Piala Dunia U-20.

Perubahan jadwal Piala Asia U-19 jelas bisa mengganggu Piala Dunia U-20. Untuk itu, muncul pertanyaaan nasib Piala Dunia U-20 yang rencananya akan kick off di Indonesia mulai 20 Mei tahun depan.

“Sampai hari ini komunikasi dengan FIFA oleh PSSI masih lancar dan masih sesuai jadwal yang ditetapkan. Kami sebagai penyelenggara cuma fokus menyiapkan diri dengan situasi uang ada,” kata Zainudin Amali dalam preskon virtual, Kamis (17/9/2020).

“Maka yang memutuskan tetap tau tidak itu ya mereka (FIFA). Kami sebagai tuan rumah harus siap dengan kondisi apapun, pegangan kami (Piala Dunia U-20 digelar) Bulan Mei dan Juni (2021),” ucapnya.


Menpora yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Piala Dunia U-20 (INAFOC) belum berpikir potensi penundaan Piala Dunia U-20. Menurutnya, Indonesia cuma perlu fokus mempersiapkan diri saja.

Apalagi Keputusan Presiden (Keppres) dan Instruksi Presiden (Inpres) telah resmi diterbitkan Presiden RI Joko Widodo, Selasa (15/9). Persiapan pun sudah harus dikerjakan dari sekarang.

“Kalau nanti ada perubahan, tentu kami harus menyesuaikan suasana pandemi di berbagai negara masih ada. Yang pasti tampil itu baru Indonesia saja sebagai tuan rumah,” ucap Amali.

“23 (tim) lainnya belum bisa ditentukan, yang mewakili Asia saja belum diketahui. Tetapi sebagai penyelenggara harus siap dengan situasi apapun. Kami belum menyiapkan plan lain, kalau mundur masih bisa, kalau maju itu yang sulit,” tuturnya.(dtk/red)

Advertisement