Connect with us

Nasional

PMPHI Bangga, KPK Mampu Tarik Dana Rp 90,5 Triliun dari Koruptor

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat. (ist)

Medan, Geosiar.com – Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengaku bangga, atas keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dibawah kepemimpinan, Ketua KPK RI Firli, mampu menarik dana atau uang dari tangan koruptor hingga mencapai Rp 90,5 Triliun.

“Kami bangga atas keberhasilan yang diraih Ketua KPK mampu mengembalikan dana ke negara Rp 90,5 Triliun dari tangan Koruptor. Semua pasti bangga atas hal itu, kecuali yang merasa pintar hebat dan merasa bermoral. Bahkan, para Mafia Koruptor pasti gelisah dan marah, serta berupaya menjatuhkan Firli yang bekerja tanpa pandang bulu,” tegas Gandi Parapat kepada wartawan di Medan, Rabu (16/9/2020).

Hal itu kata Gandi, berkaitan dengan kebutuhan dengan Hidup Mewah yang dituduhkan orang atau kelompok tertentu. Tentu suatu kebodohan apalagi penilaian itu dari orang yang punya status.

“Untuk kebutuhan apalagi untuk keselamatan dan tanggung jawab, apapun dilakukan orang yang bertanggung jawab, jangankan uang/dana semua harta dan nyawa dipertarukan. Menyewa sesuatu barang atau fasilitas untuk kebutuhan dan keselamatan itu tidak Hidup Mewah,” jelasnya.

Gandi mengingatkan kembali, ketika Firli 20 juni 2020 cuti satu hari pulang kampung melakukan kegiatan Sakral Ziarah dengan keluarga, dari Palembang ke Baturaja menyewa Helikopter dituduh kelompok tertentu melanggar UU/kode etik Hidup Mewah.

Padahal kata Gandi, karena waktu yang sangat sempit dan tanggung jawab atas tugas negara, memanfaatkan uang pribadi untuk kepentingan pribadi melaksanakan kegiatan Sakral Ziarah, jaminan keselamatan pribadi dan keluarga. “Apakah uang atau harta Firli Bahuri, harus dibagi bagi kepada kelompok tertentu biar tidak dibilang Hidup mewah dan mengintervensi Dewan Pengawas agar memecat Firli,” tegas Gandi.

Dewan pengawas (Dewas) KPK, lanjut Gandi, manusia yang sudah lulus dari hal hal kejahatan, sangat bermoral tau mana yang salah yang benar.

Firli sejak seleksi KPK sudah seperti dimusuhi oleh orang tertentu, seperti menyuruh mundur dar Polri padahal tidak ada Undang Undang yang dilanggar. “Tapi semua itu dihadapi Firli dengan tenang dan bijak membuat semakin gelisah, mungkin mereka disponsori para Koruptor yang merusak negara, sehingga apapun yang dibuat Firli selalu salah,” kata Gandi.

“Kami sarankan kepada ilmuwan, aktivis, atau yang merasa bermoral agar berpikir sehat menilai ketua KPK. KPK dalam waktu yang sangat singkat telah berhasil mengembalikan uang negara Rp 90,5 Triliun dari tangan koruptor, masyarakat dari Sabang sampai Merauke bangga dan mendukung itu,” tegas Gandi.

Untuk itu kata Gandi, kepada pihak tertentu agar bertobat dan jangan menyalahkan sehingga mempengaruhi pejabat untuk menjatuhkan hukuman yang tidak layak. Harus diingat dan didukung Dewas itu yang berkepribadian, berintegritas tidak sembarangan jangan dipengaruhi mereka melaksanakan tugasnya untuk kepentingan negara bukan untuk kepentingan kelompok.

Bahkan, PMPHI sendiri tidak ada hubungan pribadi dengan ketua KPK Firli. “Kami kenal beliau dari berita, kami pelajari rekam jejaknya dan latar belakangnya dan kami merasa tidak pernah membela. Hanya orang yang punya persoalan pribadilah yang tidak mengagumi pak Firli,” pungkasnya.(rel/red )

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *