Connect with us

Dunia

Jurnalis Meksiko Penulis Berita Kriminal, Tewas Dibunuh Setelah Pamit Liputan

Published

on

Julio Valdivia. (dok internet)

Jakarta, Geosiar.com – Jurnalis Meksiko yang menulis berita kriminalitas ditemukan tewas mengenaskan di kota Tezonapa, negara bagian Veracruz, Meksiko timur, pada Kamis sore.

Menurut salah satu rekan korban yang tidak disebutkan namanya, mayat Julio Valdivia ditemukan dengan kepala terpenggal di dekat rel kereta api di kota Motzorongo sekitar pukul 2 siang.

Mayat Julio Valdivia, 44 tahun, jurnalis yang mengkhususkan diri pada “nota roja” atau liputan yang berfokus pada kejahatan dan kekerasan yang mengerikan, ditemukan di kota Tezonapa yang terpencil, sekitar 100 kilometer dari ibu kota negara bagian, Veracruz.

“Valdivia ditemukan di dekat rel kereta, dipenggal dan disiksa,” kata rekannya dari surat kabar lokal Diario El Mundo Valdivia, dikutip dari Reuters, Jumat, 11 September 2020.

Pernyataan ini diperkuat oleh El Universal dan beberapa media berita lokal yang juga melaporkan bahwa kepala Valdivia telah dipenggal.

Menurut situs web organisasi perlindungan jurnalis global, Committee to Protect Journalists (CPJ), sehari sebelum pembunuhan Valdivia memberitahu rekannya bahwa ia akan pergi dengan sepeda motor yang disediakan kantor untuk menulis sebuah berita di Tezonapa, tetapi tidak mengatakan berita apa yang sedang dikerjakannya.

Beberapa laporan berita memberitahu bahwa Valdivia baru saja menerima ancaman pembunuhan tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Rekan Valdivia memberi tahu CPJ bahwa staf lain di surat kabar tersebut juga memberitahu dia bahwa Valdivia telah menerima ancaman pembunuhan.

Kantor kejaksaan negara bagian Veracruz belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang kasus ini, tetapi penyelidik menyimpulkan kasus Valdivia bukanlah kecelakaan.

CPJ beberapa kali menelepon kejaksaan, tapi tidak ada yang menjawab. Selama konferensi pers di Mexico City pada Kamis, Presiden Meksiko Andres Manuel López Obrador mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki kasus pembunuhan jurnalis tersebut.

Sebuah kelompok perlindungan media lokal yang dikenal sebagai CEAPP mengatakan Valdivia tidak memiliki tindakan perlindungan ekstra karena dia tidak melaporkan ancaman terhadap keamanannya. Tapi CEAPP meminta pihak berwenang untuk memgungkap kasus pembunuhan itu.

Menurut CPJ, sekitar setengah dari semua pembunuhan jurnalis di seluruh dunia pada 2019 terjadi di Meksiko. Kasus Valdivia menjadi kasus pembunuhan jurnalis ke empat di Meksiko tahun ini. Pada 30 Maret di tahun yang sama, jurnalis Meksiko bernama Maria Elena Ferral dibunuh di Veracruz.(tmp/red)

Advertisement