Connect with us

Dunia

Filipina Kejar Akses Vaksin Virus Corona ke Amerika Serikat

Published

on

Jakarta, Geosiar.com – Kementerian Kesehatan Filipina pada 11 September 2020 menyebut Filipina akan memiliki akses vaksin virus corona yang potensial dan sedang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat tanpa syarat apapun.

Wakil Menteri Kesehatan Filipina, Maria Rosario Vergeire, mengatakan semua vaksin potensial tetap akan melalui sebuah proses regulasi guna memastikan keamanan dan kemanjurannya. Belum ada produsen pembuat vaksin yang membahas soal persyaratan (untuk akses vaksin) ke Filipina.

“Belum ada syarat yang diajukan pada kami,” kata Vergeire.

Filipina sebelumnya sudah menemui produsen vaksin asal Amerika Serikat, yakni Moderna Inc MRNA.O dan Pfizer Inc. Filipina bersama negara-negara berkembang lainnya di Asia, yang punya populasi besar, sedang mencoba memastikan mendapat suplai vaksin Covid-19.

Filipina juga telah mengadakan pembicaraan dengan Cina dan Rusia, yang berada di antara negara-negara yang sedang berusaha mengembangkan vaksin virus corona.

Sebelumnya Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque, pada Kamis, 10 September 2020 mengatakan keputusan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk mengampuni Joseph Scott Pemberton, seorang anggota marinir Amerika Serikat kemungkinan salah satunya didorong keinginan Presiden Duterte mendapat akses ke vaksin virus corona. Akan tetapi sehari kemudian, Roque menegaskan itu hanya pendapat pribadi.

Pemberton di hukum karena membunuh seorang perempuan transgender. Dia sudah menjalani hukuman hampir enam tahun.

“Pemberton menjalani hukuman 6 – 10 tahun karena membunuh Jennifer Laude di dekat bekas pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat pada 2014 lalu. Dia kemungkinan akan dibebaskan dari penjara militer dan dideportasi akhir pekan ini, “kata Biro Imigrasi.(tmp/red)

Advertisement