Connect with us

Politik

Reses III, Edriansyah Rendy Serap Aspirasi Warga Kelurahan Besar

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai NasDem daerah pemilihan II, T Edriansyah Rendy SH mendapatkan sambutan hangat dan ucapan terimakasih dari ratusan warga lingkungan IX Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan saat menggelar Reses III masa sidang III Tahun 2020 di komplek perumahan PT Sarana Agro Nusantara, Minggu (30/8/2020).

Sambutan hangat dari warga mengingat, baru kali ini wakil rakyat dari DPRD Medan yang datang ke tengah-tengah masyarakat lingkungan IX untuk menyerap keluhan warga dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di kawasan tersebut.

“Selama ini belum pernah ada satu pun anggota DPRD Medan yang berkunjung ke daerah kami ini untuk sekedar menyapa, mendengar, apalagi memperjuangkan aspirasi kami. Kami ucapkan Terimakasih atas kehadirannya,” ucap warga yang diwakilkan Kepala Lingkungan IX, Dharma SE saat menyampaikan kata sambutan dalam gelaran reses tersebut.

Menjawab hal itu, Edriansyah Rendy atau yang kerap disapa Rendy kembali mengucapkan rasa terimakasihnya atas sambutan yang diberikan. Ia pun menegaskan, jika kehadirannya untuk menampung aspirasi rakyat memang menjadi sebuah kewajiban dari seorang wakil rakyat.

“InsyaAllah saya selalu siap mendengar aspirasi bapak/ibu, dan sekarang saatnya bapak/ibu untuk menyampaikan semua keluhan dan aspirasinya, saya sengaja membawa para stakeholder kesini untuk menampung semua aspirasi itu, untuk kita tindaklanjuti bersama,” ujar Rendy yang turut dihadiri Camat Medan Labuhan Rudy Asriandy S.STP, Lurah Kelurahan besar T Roby Chairi S.STP Msi, perwakilan Disdukcapil Kota Medan Juny Ardiansyah,
Kepala Puskesmas Martubung dr Syamsul Fajar Nasution dan sejumlah kepling di Kelurahan Besar serta ratusan masyarakat.

Dalam Reses yang diawali dengan pembacaan Doa oleh Ustad Dhani Fitriansyah tersebut, masyarakat pun menyampaikan sejumlah aspirasi.

Dalam kesempatan itu, salah seorang warga lingkungan IX, H Amiluddin Effendi, mempertanyakan tentang bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang tidak didapatkan seluruh masyarakat di lingkungan tersebut.

“Menurut saya, masih ada beberapa warga yang sebetulnya berhak mendapatkannya tapi malah tidak mendapatkan bantuan itu,” kata H Amiluddin.

Warga lainnya yang merupakan warga dari lingkungan XX, Irfan Nasution juga turut menyampaikan unek-uneknya. Ia mempertanyakan soal pengawasan masyarakat yang terjangkit Covid-19 di lingkungan mereka namun tidak dilakukan isolasi secara ketat dari pihak Puskesmas Martubung.

“Di lingkungan XVI sudah terjangkit Covid-19 satu orang, tapi tidak ada pengawasan dan isolasi yang jelas. Kami tetangga khawatir karena tidak ada batasan dan karantina yang jelas. Sampai saat ini juga tidak ada kejelasan statusnya apa, tidak pernah disampaikan kepada warga sekitar,” keluh Irfan.

Terakhir, Hendra Ginting selaku perwakilan warga Lingkungan IX juga turut menyampaikan keluhannya. Ia ingin, agar DPRD Medan mempertanyakan izin operasi dari depo-depo dan truk trailer dengan tonase tinggi yang beroperasi secara terus menerus di kawasan mereka.

“Kalau ada UU nya, mohon ditindak atau ditinjau, mereka yang buat jalan cepat rusak di daerah Martubung ini dan selalu membuat macet di Simpang Titipapan. Masyarakat selama ini terlalu resah dengan keberadaan depo-depo dan truk-truk yang beroperasi dan berparkiran di sepanjang jalan di Martubung.

Sementara itu, Camat Medan Labuhan Rudy Asriandy mengatakan telah berencana membuat portal-portal di lingkungan masyarakat untuk pembatasan truk agar tidak masuk ke lingkungan masyarakat. Pihaknya juga mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait hal itu.

Sedangkan untuk bantuan Covid-19, Lurah Kelurahan Besar T Roby menyebutkan jika bantuan yang dimaksud memang memiliki kuota yang terbatas. Pun begitu, pihaknya akan berupaya untuk memaksimalkan bila ada bantuan-bantuan lainnya.

Terkhusus untuk pengawasan pasien Covid-19, Kepala Puskesmas Martubung dr Syamsul Fajar Nasution mengatakan jika setiap pasien yang memiliki keluhan gejala sedang sampai berat pasti tidak akan dibiarkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, melainkan harus diisolasi di RS. Ia pun menegaskan, bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan kepada setiap masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Diakhir acara reses, T Edrianyah Rendy pun berjanji akan meminta para stakeholder terkait untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dikeluhkan warga. Tak lupa ia mengingatkan agar setiap masyarakat tetap mengikuti prorokol kesehatan ditengah pancen Covid-19 yang masih berlangsung di Kota Medan.

“Aspirasi ini akan kita tindaklanjuti, tidak akan berhenti sampai disini. Tetap semangat, jaga kesehatan diri dan keluarga. Tetap pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” pungkas Rendy mengakhiri reses yang berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 tersebut. (lamru/rel)

Advertisement