Connect with us

Dunia

Amerika dan Israel Berkunjung ke UEA untuk Finalisasi Normalisasi

Published

on

ilustrasi : normalisasi. (foto/dok)

]

Jakarta, Geosiar.com – Utusan khusus Presiden Amerika Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke Uni Emirat Arab pada hari Senin ini, 31 Agustus 2020 . Adapun kedatangan mereka untuk menfinalisasikan kesepakatan normalisasi antara Uni Emirat Arab dan Israel.

Dikutip dari kantor berita Reuters, kedatangan kedua delegasi sekaligus menjadi penanda bahwa Uni Emirat Arab telah membuka pintu penerbangan langsung dari Israel. Untuk merayakannya, kedua delegasi akan datang menggunakan pesawat komersil dengan kata “damai” tertulis di badannya.

“Itulah salah satu wujud kedamaian,” ujar Netanyahu yang menyebut keberangkatan kedua delegasi sebagai penerbangan bersejarah.

Delegasi Amerika diwakili oleh menantu Donald Trump, Jared Kushner, serta penasehat keamanan nasional Robert O’Brien. Sementara itu, untuk delegasi Israel, dipimpin oleh penasehat keamanan nasional Meri Ben-Shabbat.

Dalam kunjungan tersebut, ada beberapa hal yang harus dipastikan sebelum dibawa ke Washington untuk penandatangan bersama. Dikutip dari Reuters, beberapa di antaranya adalah soal kerjasama dagang, pariwisata, serta pertahanan. Belum diketahui apakah ini berkaitan juga dengan rencana Amerika menjual pesawat tempur F-35 ke UEA.

Ketiga negara berharap finalisasi beres dalam dua hari. Target mereka, awal September, penandatangan bersama sudah bisa dilakukan. Dan, dari sana, Amerika akan mencoba untuk membujuk negara Arab/ Muslim lainnya untuk mengikuti langkah serupa.

Sejauh ini Amerika sudah mencoba mendekati Sudan, Bahrain, dan Arab Saudi. Ketiga negara menolak melakukan normalisasi yang dianggap tidak sejalan dengan misi untuk menyelamatkan Palestina. Aksi UEA sendiri sudah dianggap sebagai pengkhianatan karena walaupun diklaim untuk Palestine, dilakukan tanpa sepengetahuan mereka.

“Apa yang mereka lakukan adalah berusaha mengajak sebanyak mungkin negara Arab/ Muslim untuk normalisasi demi mendorong kampanye Donald Trump untuk Pilpres Amerika 2020,” ujar anggota Organisasi Pembebasan Palestina, Hanan Ashrawi.(tmp/red)

Advertisement