Connect with us

Olahraga

Absen Latihan, Lionel Messi Terancam Denda Rp 17,3 M

Published

on


Jakarta, Geosiar.com – Masa depan Lionel Messi di Barcelona semakin pelik. Messi menghadapi ancaman denda hingga puluhan miliaran rupiah apabila absen di latihan Barca.
Megabintang sepakbola Argentina itu menolak menjalani tes PCR wajib yang diselenggarakan Barcelona pada Minggu (30/8/2020).

Namun, pelanggaran itu diklaim termasuk pelanggara minor bahkan Messi mungkin tidak akan dihukum karena dia sudah mengutarakan niatnya untuk meninggalkan klub dari 30 Agustus.

Akan tetapi, kondisinya akan berbeda kalau Messi tidak datang juga pada Senin (31/8). Sanksi lebih berat mengintai pesepakbola berusia 33 tahun itu.

Media Catalonia, SPORT, mengungkapkan Messi kini terancam denda besar karena melanggar aturan klub. “Kegagalan pertama dan kedua dalam mengikuti pekerja tanpa alasan yang cukup secara hukum, ketika tidak berkaitan dengan sebuah pertandingan.”


Dengan demikian, Messi bisa diskors tanpa gaji di antara 2-10 hari. Pemain terbaik dunia enam kali itu atau bahkan didenda tujuh persen dari gaji bulanannya, bergantung pada tingkat pelanggarannya.

Berikut ini adalah potensi denda yang dihadapi Lionel Messi. Gaji Messi di kategori lebih dari EUR 100.000 per bulan

Bagi gaji bulanan di bawah atau setara EUR 100.000 per bulan

Minimal: dari 4,01 persen sampai 5 persen gaji bulanan
Sedang: dari 5,01 persen sampai 6 persen gaji bulanan
Maksimal: dari 6,01 persen sampai 7 persen gaji bulanan

Gaji bulanan di atas EUR 100.000 per bulan.

Persentase sebelumnya untuk EUR 100.000 masih berlaku, biaya berikut ini kemudian ditambahkan.

Minimal: dari 1,33 persen dari kelebihan gaji bulanan
Sedang: dari 1,34 persen sampai 2,66 persen dari kelebihan gaji bulanan
Maksimal: dari 2,67 persen sampai empat persen dari kelebihan gaji bulanan


Messi dikabarkan tidak ingin terlibat lagi dalam aktivitas klub untuk musim 2020/21. Kalau Messi memilih absen latihan pada hari Selasa (1/9), sanksinya akan lebih berat lagi.

“Apabila gagal menghadiri pekerjaan ketiga dan keempat beruntun tanpa alasan yang cukup secara hukum, akan mendatangkan sebuah sanksi berat,” tulis SPORT.

Messi mungkin saja menghadapi denda pemangkasan gaji sampai 10 hari bahkan sebulan penuh.

Gaji di bawah atau setara EUR 100.000 per bulan

Minimal: dari 7,01 persen sampai 13 persen gaji bulanan
Sedang: dari 13,01 persen sampai 19 persen gaji bulanan
Maksimal: dari 19,01 persen sampai 25 persen gaji bulanan

Gaji di atas EUR 100.000 per bulan

Seperti sebelumnya, persentasi sebelumnya untuk EUR 100.000 masih berlaku. Kemudian biaya ini ditambahkan:

Minimal: dari 3,33 persen dari kelebihan gaji bulanan
Sedang: dari 3,34 persen sampai 6,66 persen kelebihan gaji bulanan
Maksimal: dari 6,67 persen sampai 10 persen dari kelebihan gaji bulanan

Gaji Messi sebulan diyakini mencapai EUR 4,7 juta (sekitar Rp 81,4 miliar) per bulan. Itu artinya Lionel Messi bisa saja akan didenda lebih dari EUR 1 juta (Rp 17,3 miliar). Demikian diwartakan Givemesport. (dtk/red)