Connect with us

Olahraga

Ducati Tidak Konsisten Jadi Penantang Utama MotoGP 2020

Published

on

Ilustrasi : Motor GP (foto/dok)

Jakarta, Geosiar.com – Andrea Dovizioso tidak merasa Ducati menjadi penantang utama dalam perebutan gelar juara MotoGP 2020. Meski memenangkan seri MotoGP Austria dan mendapatkan poin dengan berada di posisi kelima, menurut dia, konsistensi Ducati masih harus diuji. “Bagi saya, situasi di kejuaraan bagus, tapi maksud saya ketika Anda memiliki perasaan itu dan Anda mengalami banyak pasang surut, Anda tidak memiliki kendali atas situasi,” kata Dovizioso, dikutip dari Motorsport, Selasa 25 Agustus 2020.


Menyusul kemenangannya di Sirkuit Red Bull Ring, MotoGP Austria, Dovizioso harus puas berada di urutan kelima pada balapan kedua Red Bull Ring pada hari Ahad lalu. Kesalahan membuatnya keluar dari perebutan podium hari itu. Hasil dua balapan terakhir membuatnya terpaut tiga poin dari pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo di puncak klasemen pembalap, sebelum menuju balapan triple-header berikutnya pada September.

Selain itu, Dovizioso juga tidak merasa Ducati telah memperbaiki bentuknya yang tidak konsisten dengan Desmosedici 2020. Itu membuatnya sangat kecewa. “Jadi, saya tidak memiliki perasaan yang baik saat ini karena saya merasa kami tidak memiliki situasi yang terkendali untuk mendorong motor di beberapa trek,” kata pembalap asal Italia tersebut.

Andrea Dovizioso menambahkan, “Setiap balapan Anda bisa mengalami banyak pasang surut. Ini tidak pernah terjadi pada saya dan Ducati dalam empat, lima tahun terakhir. Saya berjuang tetapi saya sangat kecewa tentang itu karena tidak ada sampai sekarang dari babak pertama, kami bisa tampil konsisten dan saya pikir itu sesuatu yang tidak biasa. Jadi, saya tidak punya jawabannya dan saya tidak suka itu.”

Ketidakkonsistenan melanda Dovizioso selama akhir pekan di MotoGP Styria. Ia merasa ada keanehan pada ban motornya pada sesi kualifikasi. Pada sesi balapan, sebelum dihentikan akibat red flag, ia juga terhambat. Ia merasa membaik setelah restart 12-lap dengan menggunakan ban belakang lunak meskipun tidak dapat menggunakan kekuatannya dalam pengereman. Kata dia, sejak lap pertama ban tidak bekerja dengan cara normal.

“Saya cukup yakin ada sesuatu yang salah, tapi kami sudah berbicara dengan Michelin, mereka harus belajar. Saya beruntung karena bendera merah, saya bisa mengganti ban dan bekerja dengan cara normal. Sayangnya saya tidak bisa menyalip pembalap karena saya start di baris ketiga dan semua orang melaju sangat cepat, dan ketika Anda di belakang, Anda tidak bisa mengerem dengan cara normal,” kata dia.

“Poin bagus saya adalah pengereman, tapi saat Anda mengikuti pembalap, Anda tidak bisa mengerem di tempat yang Anda inginkan. Saya masih berjuang saat keluar, saat keluar saya masih buruk dan itu alasan saya tidak bisa mempersiapkan menyalip karena saya tidak bisa keluar dengan kecepatan yang sama dengan pembalap di depan saya,” ujar Andrea Dovizioso tentang performa Ducati di MotoGP Styria.(tmp/red)