Connect with us

Politik

Terkait SK Partai Berkarya, PMPHI Minta Presiden Tegur Menkumham

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat. (Foto/ist)

Medan, Geosiar.com – Presiden Jokowi harus segera menegur Yasonna Laoly Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) yang membenarkan Munaslub Partai Berkarya oleh Muchdi P dengan Ketua Umum dan Sekjen yang baru.

Laoly yang berlatar belakang Dosen sudah memberi tontonan kepada seluruh rakyat Indonesia dengan membenarkan Muchdi P menjadi Ketum partai Berkarya atas Munaslub dengan KETUM dan Sekjen yang baru, yang kini ditolak kubu Tommy.

“Hal ini kami tau dari Media dan tidak sebagai anggota Partai Berkarya, namun sebagai masyarakat Indonesia yang menghargai semua Partai kami merasa kagum atas SK MENKUMHAM Laoly yang latar belakang Dosen,” kata Drs.Gandi Parapat selaku Korwil Sumut Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) di Medan, Selasa (18/8/2020)

Ditambahkan Gandi, apakah ada niat Laoly membuat nasib semua Partai Politik misalnya Golkar, Partai Demokrat seperti Partai Berkarya.

Langkah yang akan dilakukan Partai Berkarya melalui Ketua Umum (Ketum) Tommy Soeharto dan Sekjen mengadukan hal itu sudah tepat.

“Kami menyatakan kagum karena tidak mampu menyalahkan Menkumham Dosen itu, dan kami menganggap dia contoh atau teladan. Namun Kami mensinyalir mereka itu perampok Partai Berkarya, dan diduga kuat itu dilindungi Menkumham,” tegas Gandi.

“Kalau ada nanti yang ingin jadi Ketum Golkar sudah bisa meniru strategi MP tak perlu lagi repot-repot, jadi Ketum dan Sekjen itu tidak punya arti di Partai asal ada yang punya kehebatan seperti MP,” tambahnya.

Begitupun kata Gandi, pihaknya menduga dan curiga sepert ada pengaturan atau persekongkolan sebelum Muchdi P menggelar Munaslub Partai Berkarya. “Disaat Presiden Jokowi konsentrasi menghadapi Covit 19, saat itu pula Laoly Menkumham membuat semacam hiburan mainan,” kata Gandi.

Orang yang begitu paham organisasi bagaimana nasibnya nanti di Partai Berkarya. Jadi dari pada pusing dan menambah masalah, Presiden disamping menegur, bagus juga Laoly diganti, kata Drs Gandi Parapat.(rel/red)

Advertisement