Connect with us

BMKG

Gunung Api Sinabung Erupsi, Semburan Abu Vulkanik Terpapar Disejumlah Desa

Published

on

terlihat petugas kepolisian jajaran polres tanahkaro dan TNI - kodim 02/05 bersama Dinas pemadam dan kebakaran kabupaten karo sedang melakukan penyemprotan air dibadan jalan untuk membersihkan Abu Vulkanik diatas badan jalan (desa Naman)

Tanahkaro – Geosiar – Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara kembali mengalami Erupsi, Sabtu (8/8/2020) sekira pukul 01.58 Wib dengan ketinghian mencapai tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter dari atas puncak dan Abu Vulkanik mengarah ke Timur dan Tenggara.

Armen Putra, Kepala Pos Pemantau Gunung berapi Sinabung Kementrian ESDM Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Desa Ndukum Siroga Kecamatan Simpang Empat kabupaten Karo mengatakan “benar telah terjadi erupsi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.58 Wib.

Erupsi freatik Gunung Api Sinabung dengan tinggi kolom erupsi sekitar 2000 meter di atas puncak dan Abu vulkanik berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas sedang hingga tebal.

Tidak ada luncuran awan panas maupun Erupsi susulan dan setelahnya, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut,” jelasnya.

“Kolom erupsi ini condong ke arah timur dan Abu vulkanik mengarah ke Timur Tenggara. Desa terparah terpapar abu vulkanik Desa Naman, Gung Pinto, Deskati, dan batas Sukandebi Kecamatan Naman Teran kabupaten Karo.

Masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada dengan memakai masker saat beraktifitas di luar rumah,” anjuran Armen kepada masyarakat di Desa Naman yang terpapar abu vulkanik cukup parah.

“Kegempaan yang terekam selama periode 1 Juli- 7 Agustus 2020 didominasi oleh gempa hembusan, tektonik lokal, dan tektonik jauh. Status Gunung Sinabung tetap pada Level III (Siaga) sejak 20 Mei 2019 sampai dlsaat ini.

Masyarakat dan pengunjung kembali di himbau untuk tidak memasuki kawasan bahaya atau zona merah karena Gunung Sinabung masih berpotensi kembali terjadi Erupsi, awan panas maupun lahar dingin di jalur laharan dan sungai lau borus,” tutupnya./edy surbakti.

Advertisement