Connect with us

Politik

Terkait Pilwalkot, PMPHI : PDIP Partai “Ikut Ikutan”

Published

on

Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat. (Foto/ist)

Medan,Geosiar.com

Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia. (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Kota Medan yang direncanakan akan berlangsung bulan Desember 2020 mendatang, jika PDIP hanya menentukan dukungan kepada Ahyar Nasution atau Boby Nasution, PDIP adalah Partai Ikut Ikutan yang tidak dibutuhkan lagi dalam dukungan karena Dukungan Partai untuk Boby Nasution dan Ahyar Nasution sudah cukup untuk maju Calon Walikota.

“Tapi, jika PDIP mau mandiri mengusung nama lain, baru tidak Partai Ikut Ikutan, malah menjadi penentu. Kalau masalah memilih menentukan siapa menjadi Walkota Medan adalah masyarakat Medan sendiri. Tidak bisa dari Jakarta, tapi untuk ogah ogahan biar seperti hebat bolelah dari luar,” tegas Gandi Parapat di Medan, Senin (3/8/2020).

Untuk itu, lanjut Gandi, PMPHI berharap kepada masyarakat kota Medan agar tetap menjalin rasa Persaudaraan/ Keluargaan dan Persahabatan. “Artinya, menyingkirkan kepentingan orang luar, jangan karena kepentingan Pilwalkot, masyarakat Medan jadi terpecah itu harus kita hindari. Boby Nasution dan Ahyar Nasution masih saudara kental dibanding kita kita ini, kalau ada masalah sama Ahyar Nasution pasti Boby Nasution juga merasakan hal itu demikian juga sebaliknya,” katanya.

Namun kata Gandi, untuk Pilwalkot Medan Ahyar dan Bobby diharapkan berdua bertanding untuk mengetahui siapa yang unggul. “Mereka berdua kita suruh bertanding siapa yang lebih unggul, hal itu jelas tergantung kita masyarakat Medan dan bukan ditentukan Partai, karena Partai adalah sebatas dukungan tandatangan DPP sebagai syarat yg diatur Undang Undang,” tegasnya.

Ahyar Nasution yang sudah punya pengalaman dikenal melalui pengabdiannya, sementara Bobby Nasution yang baru beradaptasi kepada seluruh lapisan masyarakat sudah dapat meraih kepercayaan masyarakat juga beberapa Partai. Membuat Bobby kata Gandi, mampu tanpa PDIP. “Bobby yang disangsikan beberapa lapisan masyarakat, punya ketergantungan kepada mertuanya yang saat ini Presiden. Ternyata tanpa PDIP Bobby mampu,” tegas Gandi.

Untuk itu, Gandi menilai, masyarakat ingin lebih mengetahui dan mengenal kepribadian dan tanggung jawab Bobby. “Jadi, kalau PDIP berani mengusung orang lain diluar Ahyar Nasution dan Boby Nasution biar jangan kami sebut Partai Ikut ikutan, bisa kami yakini kalah. Dengan adanya pengunduran diri kader PDIP Medan membuat lucu dan tertawa, sepertinya PDIP pemain baru. Seharusnya PDIP menjadi panutan tidak membuat tontonan kepada masyarakat luas dan perlu diingat semua Pengurus atau Petinggi Partai, tidak ada artinya tanpa masyarakat luas,” katanya.

Lebih jauh kata Gandi, jika dihitung jumlah pengurus Partai, apa cukup untuk memenangkan Bobby..?, tanya Gandi. “Untuk itu, harus tetap bersama masyarakat, yang bukan pengurus Partai tertentu,” pungkas Gandi. (ril/red)

Advertisement