Connect with us

Kesehatan

Dame DS Hutagalung Gelar Sosialisasi Perda Sistem Kesehatan, Waspadai Covid 19

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Dame Duma Sari Hutagalung mengajak seluruh masyarakat Medan peduli pencegahan penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). Setiap melakukan aktifitas agar menjaga kebersihan dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Virus Corona masih mewabah di kota Medan. Tingkatkan kewaspadaan menjaga kebersihan. Pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dan hindari keramaian,” ujar Dame saat melakukan sosialisasi ke IV Tahun 2020, Perda Kota Medan No 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Beringin II No 77 Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (28/7/2020).

Pelaksanaan sosialisasi Perda dilakukan guna memberikan edukasi dan pemahaman sistem kesehatan kepada masyarakat. Pertemuan dilaksanakan dengan empat sesi dengan menghadirkan 200 peserta dimana setiap sesi diikuti 50 peserta. Saat mengikuti sosialisasi seluruh peserta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan tempat duduk jaga jarak. Kegiatan sosialisasi menghadirkan nara sumber yakni Kepala Puskesmas Medan Helvetia, dr Zulheri

Dikatakan Duma Sari selaku politisi Partai Gerindra itu, saat ini pemerintah tetap mencari solusi upaya mengatasi pandemi Covid 19. “Berbagai upaya terus dilakukan memutus mata rantai penyebaran virus. Untuk itu masyarakat diharapkan dapat mendukung pemerintah karena demi kepentingan bersama,” harap Dame.

Pada kesempatan itu Dame Dums Sari Hutagalung mendorong warga agar tetap semangat beraktifitas dengan mengikuti protokol kesehatan. “Kita tidak lupa berdoa supaya wabah Covid 19 cepat berakhir. Sehingga kita dapat beraktifitas bebas seperti sedia kala dan ekonomi pulih kembali,” sebutnya.

Selaku nara sumber dr.Zulheri menyampaikan terkait gejala COVID-19 yakni hampir sama dengan infulenza biasa, terjadi batuk, suhu badan naik, dan pilek. Namun pada penderita yang terkena COVID-19, ciri-cirinya, pada minggu pertama adalah demam, dengan suhu tubuh diatas 37,5 derajat celsius, gampang lelah dan tubuh akan merasa lemas, lesu dan letih saat melakukan aktivitas, batuk tidak berdahak, sakit pada otot-otot pada tubuh, berkurang nafsu makan, perasaan tidak nyaman, mual, diare dan sebagainya, terjadi lagi sesak nafas, hidung tersumbat, sakit kepala dan sakit ditenggorokan.

Selain itu, virus Corona (Covid-19) juga sangat rentan menyerang pada kelompok usia tertentu, yakni pada orang yang lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, HIV, dan lain sebagainya.

Terkait issu virus corona (Covid-19) yang dapat terbang dan melayang-layang diudara adalah tidak benar. ” Virus Corona dimungkinkan lewat udara, namun tidak terbang melayang. Tetap juga, penularannya melalui droplet ataupun percikan batuk penderita positif. Kalau dari udara maksudnya, jika droplet sebelum menyentuh permukaan, terisap oleh orang-orang yang ada dilingkungan berjarak kurang dari 1 meter. Bukan berarti virus melayang-layang di udara. Maka itu, kita saat ini diharuskan untuk memakai masker,”terangnya.

Untuk jenis masker yang digunakan juga bervariasi, dan masker yang dipakai pihak medis keamanannya 70 persen, masker yang biasa digunakan oleh orang umum keamanannya 60 persen dan masker khusus yang harganya lebih mahal dari masker medis dan umum, keamanannya 90 persen lebih.
 
Pada kesempatan itu dr.Zulheri menyarankan agar masyarakat saat ini jika tidak perlu kali janganlah berobat ke rumah sakit, dan tetap menjaga kesehatan, mengkonsumsi makanan bergizi. ” Rajin berolahraga, serta istrirahat yang cukup. Bila ada kelurga kita yang mengalami penyakit bawaan, kita juga harus berhati-hati,” harapnya.

Sebelumnya, Dame Duma Sari Hutagalung telah mensosialisasikan Perda No 4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan terdiri XVI BAB dab 92 Pasal. Perda terssbut ditetapkan di Medan pada 8 Maret 2012 di tanda tangani Walikota Medan Drs H Rahudman.

Dijabarkan pada Perda No 4 Tahun 2012 mengatur soal Kesehatan Lingkungan sebagaiimana yang tertera Pada BAB VI Pasal 26. Tujuannya untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat fisik, biologi dan sosial agar setiap orang mendapat derajat kesehatan.

Dalam Pasal itu diwajibkan Pemko, swasta dan masyarakat menciptakan lingkungan yang sehat. Lingkungan sehat itu harus bebas dari unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan seperti, asap rokok, limbah, sampah zat kimia, kebisingan dan radiasi sinar pengion.

Gedung pemerintahan dan tempat umum wajib menyediakan tempat khusus merokok dan memasang tanpa kawasan tanpa rokok. Setiap orang dan prlaku dilarang memperjualbelikan rokok kepada anak dibawah umur.

Bahkan mengenai makanan dan minuman yang sehat juga diatur dalam Perda tersebut seperti pada Pasal 28. Disebutkan, setiap makanan dan minuman yang dikemas wajib diberi tanda atau label sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Dalam Perda juga diatur berupa sanksi pada BAB XV Pasal 87 yang mana setiap orang yang melanggar ketentuan yang disebut dalam Perda dikenakan sanksi adminitrasi dan pidana. Sanksi tersebut berupa penutupan sarana kesehatan dan pencabutan izin dan status badan hukum.

Sedangkan dalam Pasal 89 disebutkan setiap orang yang melanggar ketentuan bisa diancam pidana kurungan paling lama 6 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 50 jt.

Pada BAB VII terkait bentuk penyelenggaraan biayaan Kesehatan Pada Pasal 43 disebutkan Pemko Medan berkewajiban membiayai seluruh upaya kesehatan serta menjamin pelayanan kesehatan yang aman, adil, terbuka dan terjangkau. Pemko mendorong swasta dan masyarakat untuk berperan aktif mandiri mengatasi pembiayaan.

Selain itu di Pasal 44 yakni pembebasan biaya pelayanan kesehatan. Pada Pasal itu Pemko membiayai seluruh upaya pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan di Puskesmas. Pemko membiayai upaya kesehatan rujukan bagi masyarakat miskin. (lamru)

Advertisement