Connect with us

Politik

Paul MA Simanjuntak : “Jaga Kesehatan, Jangan Anggap Enteng Wabah Covid 19”

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Anton MA Simanjuntak mengajak masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan guna mengantisipasi wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). Seluruh elemen masyarakat diminta bersama dan mendukung Pemko Medan konsen memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

“Kita tetap jaga kesehatan, lebih baik mencegah jangan anggap enteng dengan penyakit Covid 19. Virus ini sangat berbahaya yang rentan menumpangi penyakit bawaan seseorang,” terang Paul Simanjuntak saat menggelar sosialisasi Perda (Sosper) ke IV Tahun 2020 Kota Medan No 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jl Sei Kera Kelurahan Sidodadi Kec Medan Timur, Kota Medan, Senin (27/7/2020). Hadir saat sosialisasi, Lurah Sidodadi Alpian Siregar dan mewakili Camat Medan Timur, Kasi Kessos, Syahril serta tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat.

Dikatakan Paul, selain sosialisasi Perda juga ingin mendengar aspirasi langsung dari warga. Pada kesempatan itu warga diminta supaya meningkatkan kesadaran jaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Mengikuti anjuran pemerintah yakni protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dan selalu jaga jarak.

Pelaksanaan sosialisasi yang digelar Paul tetap mengikuti protokol kesehatan. Dimana saat memasuki area dan pengisian absensi, peserta diharuskan mengukur suhu tubuh, menggunakan handsanitizer dan masker. Sedangkan tempat duduk peserta tetap jaga jarak.

Sebagaimana diketahui, Perda yang disosialisasikan Perda No 4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan terdiri XVI BAB dab 92 Pasal. Ditetapkan di Medan pada 8 Maret 2012 di tanda tangani Walikota Medan Drs H Rahudman.

Dijabarkan pada Perda No 4 Tahun 2012 mengatur soal Kesehatan Lingkungan sebagaiimana yang tertera Pada BAB VI Pasal 26. Tujuannya untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat fisik, biologi dan sosial agar setiap orang mendapat derajat kesehatan.

Dalam Pasal itu diwajibkan Pemko, swasta dan masyarakat menciptakan lingkungan yang sehat. Lingkungan sehat itu harus bebas dari unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan seperti, asap rokok, limbah, sampah zat kimia, kebisingan dan radiasi sinar pengion.

Gedung pemerintahan dan tempat umum wajib menyediakan tempat khusus merokok dan memasang tanpa kawasan tanpa rokok. Setiap orang dan prlaku dilarang memperjualbelikan rokok kepada anak dibawah umur.

Bahkan mengenai makanan dan minuman yang sehat juga diatur dalam Perda tersebut seperti pada Pasal 28. Disebutkan, setiap makanan dan minuman yang dikemas wajib diberi tanda atau label sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Dalam Perda juga diatur berupa sanksi pada BAB XV Pasal 87 yang mana setiap orang yang melanggar ketentuan yang disebut dalam Perda dikenakan sanksi adminitrasi dan pidana. Sanksi tersebut berupa penutupan sarana kesehatan dan pencabutan izin dan status badan hukum.

Sedangkan dalam Pasal 89 disebutkan setiap orang yang melanggar ketentuan bisa diancam pidana kurungan paling lama 6 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 50 jt.

Pada BAB VII terkait bentuk penyelenggaraan biayaan Kesehatan Pada Pasal 43 disebutkan Pemko Medan berkewajiban membiayai seluruh upaya kesehatan serta menjamin pelayanan kesehatan yang aman, adil, terbuka dan terjangkau. Pemko mendorong swasta dan masyarakat untuk berperan aktif mandiri mengatasi pembiayaan.

Selain itu di Pasal 44 yakni pembebasan biaya pelayanan kesehatan. Pada Pasal itu Pemko membiayai seluruh upaya pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan di Puskesmas. Pemko membiayai upaya kesehatan rujukan bagi masyarakat miskin. (lamru)

Advertisement