Connect with us

Sumut

Fitriani Manurung: Pemimpin Medan Mendatang Harus Peduli Pembinaan Anak

Published

on

Medan, Geosiar.com – Persoalan anak di kota Medan sampai saat ini sepertinya belum maksimal dituntaskan. Masalah anak jalanan dan gelandangan yang belum tuntas yang menjadi salah satu gambaran Kota Medan kedepan perlu berbenah.

Terkait masalah anak, tokoh pendidikan Kota Medan, Dr.Hj.Fitriani Manurung, S.Pd, M.Pd mengharapkan pemimpin Kota Medan kedepan memiliki fokus isu dalam menyelesaikan persoalan anak di Kota Medan. Dalam momentum Hari Anak Nasional ini, Fitriani Manurung mengajak seluruh elemen masyarakat peduli dengan persoalan-persoalan anak di Kota Medan.

“Hari ini kita menyaksikan, khusunya di Medan anak-anak kerap menghadapi persoalan dari kerasnya kehidupan. Mereka tanpa perlidungan.Persoalan anak jalanan, gelandangan, anak putus sekolah,kemudian manusia silver yang mengeksploitasi anak-anak misalnya, harus mendapat porsi penanganan yang maksimal,” jelas Fitriani Manurung kepada wartawan, Kamis (23/07/2020).

Perempuan berhijab ini mengharapkan pemimpin Kota Medan ke depan memiliki komitmen dan semangat untuk menuntaskan persoalan anak. “Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli ini harus menjadi momentum bersama masyarakat Medan, agar siapapun yang berniat memimpin Medan harus memiliki komitmen terhadap kehidupan anak-anak,” tegasnya.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan yang merupakan penyandang gelar doktor pendidikan dasar UNIMED ini mengharapkan kepedulian terhadap anak tidak semestinya hanya soal pemenuhan anggaran.

“Hari ini kita melihat banyak diantaranya kepedulian ditunjukan dengan pemenuhan anggaran untuk program anak-anak. Sesungguhnya bagi saya, dalam persoalan masalah anak tidak hanya anggaran yang perlu disiapkan melainkan seluruh perangkat seperti produk hukum/Perda yang peduli dengan kehidupan anak dan kesungguhan menjalankannya perlu mendapat perhatian,” tegasnya.

Jadi, kata Fitriani, bohong jika kepedulian terhadap anak-anak didasari oleh besarnya anggaran untuk mereka. Sementara itu, penguatan-penguatan lainnya seperti Perda dan lainnya diabaikan. “Jadi saya melihat, hari ini kepedulian terhadap kondisi anak-anak masih patut dipertanyakan,” tegasnya.

Bakal Calon Wakil Walikota Medan ini juga menegaskan, persoalan anak di Kota besar seperti Medan memang sangat kompleks. Namun, kompleksnya persoalan yang ada seharusnya menjadi materi yang baik dalam upaya memberikan perhatian kepada anak-anak.

“Kita sadari persoalan yang ada membutuhkan kerja bersama, kerja yang terus menerus dilakukan sehingga anak-anak di Kota ini bisa mendapatkan perlidungan yang maksimal, dan tumbuh kembang mereka bisa benar-benar maksimal,” jelasnya. (lamru)

Advertisement