Connect with us

Lifestyle

5 Cara Agar Anak Tak Lagi Mengisap Jari

Published

on

Ilustrasi : Anak kecil isap jempol jari. (Foto/dok)




Jakarta,Geosiar.com — Bagi balita mengisap jari bisa jadi hal paling menenangkan dalam hidup. Semua kecemasan dan ketakutan hilang begitu saja saat mengisap ibu jari atau jari telunjuk lainnya.
Mengisap jari juga jadi cara anak-anak agar tertidur. Namun lama-lama ini jadi kebiasaan yang tak menyenangkan, khususnya buat para orang tua. Bukan cuma tak enak dipandang tapi juga soal kebersihan dan kesehatan.

Mengisap ibu jari secara rutin akan merusak kulit dan membuatnya ruam serta pegal.

Yang parah, dokter gigi juga memperingatkan bahwa mengisap jari atau ibu jari sampai usia 3-4 tahun akan berpotensi mendorong gigi depan anak keluar dari bentuk aslinya dan jadi maju.


Hanya saja tak dimungkiri kalau susah sekali rasanya membuat anak-anak menghilangkan kebiasaan tersebut.


Berikut cara mudah untuk membantu anak menghentikan kebiasaan tersebut.

  1. Hindari pertengkaran

Jangan pakai cara ‘kasar’ dengan anak. Yang harus disadari adalah semakin banyak kebiasaan nyaman yang membuat situasi Anda dan dia tegang maka dia akan semakin kuat mempertahankan kebiasaannya itu.

Cobalah untuk tak membiarkan diri Anda terlihat jengkel dan marah-marah di depannya. Tak dimungkiri terkadang dia melakukan hal itu hanya ingin membuat Anda jengkel. Mengutip Asia One, sebaliknya ketika Anda tak terlihat jengkel maka dia akan bosan dan berhenti sendiri.

  1. Hindari hukuman

Wajar saja kalau kesal saat anak mulai mengisap ibu jarinya lagi. Anda pun mulai panas dan ingin memberinya hukuman karena tak nurut. Namun yang harus disadari, ancaman hukuman mungkin akan membuatnya merasa lebih cemas. Pada gilirannya hal ini akan meningkatkan keinginan dia untuk mengisap jempol.

Jangan tergoda untuk mulai diam-diam mengecat jarinya dengan pewarna kuku yang aman untuk anak. Kalau Anda melakukannya dia hanya akan terbiasa dengan hukuman itu dan bisa jadi malah mengisap jari-jari lainnya.

  1. Bersikap lembut

Bersikap lembut memang tak lantas membuat anak nurut untuk tak lagi mengisap jari. Dia tidak bisa menghentikan kebiasaannya secepat itu.

Cobalah bernegosiasi dengannya. Sarankan agar ia mencoba tak mengisap ibu jari untuk satu periode tertentu untuk memulai. Misalnya, saat Anda membacakan buku cerita untuknya.

  1. Bertahap

Begitu dia telah mencapai salah satu dari target awal itu, secara bertahap memperluasnya ke bagian lain hari itu. Lakukan dengan perlahan dan mantap agar dia tidak merasa diburu-buru dan dipaksa.

  1. Berikan pujian

Dia perlu merasakan bahwa perubahan membawa manfaat, jadi katakan padanya betapa bahagianya Anda dia bisa berubah jadi lebih baik.

Tekankan bahwa dia terlihat seperti anak dewasa sekarang. Jika perlu dan memungkinkan memberikan dia sedikit hadiah misalnya memasak makanan favorit juga tak ada salahnya karena dia sudah berusaha dengan keras. (cnn/red)

Advertisement