Connect with us

Sumut

Terkait Dugaan Penambangan Ilegal Di Desa Gunung Manumpak B, Inisial GP dan CB Sudah Diperiksa

Published

on

Ilustrasi : Kantor Kepala Desa Gunung Manumpak B. (Foto/dok)

Deli Serdang,Geosiar.com

Kasus dugaan penambangan batu ilegal dan dugaan perambahan hutan oleh PT.AM terus berjalan di Polda Sumatera Utara dan Polresta Deli Serdang. Penyelidikan dan pemeriksaan sudah sampai pada saksi – saksi dari warga Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu. Saksi yang dimintai keterangan itu adalah Gunawan Purba (49). Selasa (21/7/2020) siang.

Warga Dusun IV Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang itu, ditanyai penyidik terkait rekaman video aktivitas penambangan batu koral di Sungai Lau Cingkam. Mendapat pertanyaan dari penyidik itu, Gunawan Purba menjawab jika yang merekam kegiatan penambangan batu koral itu adalah SS, SK, S dan R. “Hanya itu saja yang ditanya penyidik, lalu aku disuruh pulang dan disuruh menghadirkan yang merekam video itu,” sebut Gunawan Purba.

Selain ditangani Sat Reskrim Polresta Deli Serdang, penambangan batu koral dan dugaan penebangan kayu itu juga ditangani Ditreskrimsus Polda Sumut. Hal itu diakui General Manager PT Adiguna Makmur (AM) Cetak Barus. Kepada sejumlah wartawan, Senin (20/7/2020).

Cetak Barus mengaku jika ia sudah dimintai keterangan oleh penyidik Unit 4 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Sumut. Saat dimintai keterangan oleh penyidik, Cetak Barus mengakui jika izin penambangan batu koral tang dimiliki PT AM berakhir pada 4 Maret 2019 dan sampai sekarang izin perpanjangannya belum keluar. “Kita sudah urus perpanjangannya namun belum keluar karena masih situasi covid-19. Kami tidak ada menebang kayu, dan kami tidak tahu siapa yang menebang kayu,” ujarnya.

Secara terpisah, Kanit IV Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut M Oktavianus Sitinjak SE saat dikonfirmasi via selularnya, Senin (20/7/2020) menyebutkan jika penyelidikan penambangan batu koral dan dugaan penebangan kayu tetap dilanjutkan. “Penyelidikan tetap berjalan dan kita sudah memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan,” jawabnya.(cvs/red)

Advertisement