Connect with us

Nasional

Terkait RUU HIP, PMPHI : Pemerintah Seharusnya Minta Maaf kepada Masyarakat yang Peduli Pancasila

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat. (Foto/ist)

Medan,Geosiar.com

Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat menilai, Pemerintah seperti main main menjaga keutuhan NKRI, bahkan diduga tidak tau apa yang harus diperbuat atau memang bodoh. Hampir semua yang diposisi kekuasaan awalnya tidak ada yang mendukung perlawanan rakyat ataupun kelompok masyarakat yang tidak memperdulikan keselamatan dirinya melawan orang politik yang mencoba mengotak atik Pancasila.

“Karena mereka sama pemahamanya bahwa Indonesia itu karena Pancasila. Kalau Pancasila dirobah sesuai kehendak atau kepentingan Partai atau Penguasa akan membubarkan Indonesia.
Seharusnya pemerintah minta maaf kepada masyarakat, yang mempertahankan keutuhan NKRI melalui Pancasila,” tegas Drs Gandi Parapat menjawab Wartawan di Medan, Kamis (16/7/2020)

Lebih jauh kata Gandi, seandainya kelompok masyarakat tidak segera bergerak dan siap mati, melalui aksi demo, kemungkinan besar Indonrsia bubar. “Kami mengucapkan terimakasih dan selamat kepada saudara saudara yang turun mengadakan perlawanan melalui unjuk rasa,” tegas Gandi.

Gandi berharap, kedepan jangan terjadi lagi dan Pemerintah harus lebih cepat dari rakyat melawan untuk menolak semua RUU yang bertentangan dengan kepentingan bangsa dan negara seperti RUU HIP.

“Jauh sebelum semua lapisan masyarakat bergerak, sudah kami suarakan agar mewaspadai dan melawan orang pintar membodoh bodohi rakyat, seperti membuat RUU HIP dan pernah bermohon agar orang yang membuat RUU HIP itu dikarantikan,” kata Gandi.

Pembubaran Lembaga

Terkait rencana Presiden akan membubarkan Badan Lembaga Negara, menurut Gandi, hal itu dianggap pemborosan, perlu juga mengganti Menteri, hal itu katanya lebih cepat lebih bagus. “Kami harapkan kedepan Pemerintah jangan gampang kali dipengaruhi orang tertentu untuk membuat Badan atau Lembaga Pemerintah yang membuat Presiden seperti galau,” tegas Gandi.

Pembentukan Tim Pemburu Koruptor yang direspon positif Ketua KPK Firli menurut Gandi, tentu akan membantu atau kerjasama dengan KPK menangkap Koruptor yang sempat melarikan diri.

Para Koruptor berpeluang melarikan diri atau putus asa karena sudah ditakut takuti melalui pengumuman di Media oleh KPK.

Dalam hal mengatatasi itu lanjut Gandi, kemungkinan KPK Firli tidak mengikuti gaya ketua KPK terdahulu. “Seperti mengumumkan siapa yang bakal ditangkap KPK. Jadi, itu kan gaya seni atau strategi seseorang menjalankan tugas, ini tidak perlu dipersoalkan, Kami dari dulu tidak pernah meragukan Kredibilitas Firli ketua KPK karena sudah teruji sejak duduk di SD, punya mental semangat bertarung yang harus ditiru oleh Generasi muda,” harap Gandi. (rel/red)

Advertisement