Connect with us

Nasional

Tito Karnavian Klaim Belum Ada Praja IPDN Positif Corona

Published

on

Ilustrasi Mendagri Tito Karnavian.(Foto/ist)



Jakarta,Geosiar.com

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengklaim belum ada praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat yang tertular dan positif virus corona (Covid-19). Padahal, IPDN termasuk riskan karena institusi pendidikan berbasis asrama.
“Di Jatinangor ada 4 ribu [praja]. Kita bersyukur sampai saat ini mudah-mudahan tak ada yang terkena Covid-19,” kata Tito saat menggelar Rapat Kerja dengan Komisi II DPR, Senin (13/7).


Tito mengatakan selama ini protokol kesehatan diterapkan sangat ketat di lingkungan IPDN sejak kasus corona di Indonesia pertama kali diumumkan pada awal Maret lalu.

Para praja IPDN juga telah diinstruksikan oleh Rektor untuk tidak keluar kampus. Semuanya diwajibkan menjalani karantina secara ketat.

“Semuanya di karantina di kampus karena rawan, lalu diterapkan jaga jarak. Padahal ini rawan karena mereka tinggal di dormitory (asrama). Sampai saat ini saya belum dapat laporan adanya klaster di IPDN,” kata Tito.

Tito juga menyinggung agenda makan siang bersama para praja dan pejabat IPDN saat hari raya Idulfitri atau Lebaran 1441 H lalu yang viral di media sosial.

Dia menjelaskan bahwa seluruh praja IPDN saat itu sudah menjalani karantina di kampus. Tidak ada yang diperkenankan keluar masuk kampus atau mudik ke kampung halamannya masing-masing.

“Biasanya mereka cuti bila Lebaran pulang ke daerahnya masing-masimg, kali ini tak diperkenankan karena di karantina,” kata dia.


Diketahui, ada klaster baru di lingkungan pendidikan berbasis asrama. Klaster itu yakni Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD). Di sana ada 1.262 orang yang positif terinfeksi virus corona.

Terbaru, Pusat Pendidikan Militer TNI AD di Cimahi, Jawa Barat juga nenjadi klaster baru. Berdasarkan informasi yang beredar, telah ada 99 orang positif terinfeksi virus corona.(cnn/red)

Advertisement