Connect with us

Sumut

Mabes TNI dan Polresta Lidik, Dugaan Penambangan Batu dan Perambahan Hutan Ilegal Di Desa Gunung Manumpak B

Published

on

Kaur Bankumpid Babinkum Mabes TNI Kapten Chk Modal Sembiring.(Foto/ist)

Deli Serdang,Geosiar.com

Mencuatnya pemberitaan kasus dugaan penambangan batu Ilegal dan perambahan hutan di Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang. Dinilai telah merusak alam Indonesia membuat Mabes TNI memberikan perhatiannya, melalui Kaur Bankumpid Babinkum Mabes TNI Kapten Chk Modal Sembiring.

“Perkembangan penyelidikan tetap dipantau dengan semangat dalam membela rakyat dan menegakkan keadilan,” katanya pada, Rabu (8/7/2020).

Polresta Deli Serdang yang turut menangani permasalahan dugaan perambahan hutan dan penambangan batu ilegal dengan terus melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol M.Firdaus dalam konferensi pers menyebutkan, telah berkordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, telah menyelidiki permasalahan tersebut, bahwa PT AM tidak melakukan penambangan ilegal di Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu. Namun melakukan penambangan didekat Desa tersebut yakni Desa Sipinggan Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang.

Lanjutnya, pihanya juga sudah membuat garis police line di Sungai Lau Singkam. Dan belum menetapkan tersangkanya, katanya pada, Jumat (10/7/2020).

Namun beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi wartawan ke Bagian Umum Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumatera Utara menjelaskan, bahwa dipastikan tidak ada satu izinpun diberikan untuk kegiatan penambangan di Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang.

Sekjen LSM TOPAN-RI DPD Deli Serdang Charles Sipayung menjelaskan, pihaknya tetap menindak lanjuti Laporan Pengaduan. “Dimana mengadukan Jonmedi Saragih Kepala Desa Gunung Manumpak B ke Polresta Deli Serdang tanggal 1/7/2020 atas dugaan ikut serta dalam menjalankan penambangan ilegal di Desa Gunung Manumpak B bersama PT.AM, dengan ancaman pasal 158,” katanya Sabtu (11/7/2020).

Sebab katanya, saat peninjauan ke lokasi Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang didapati bebatuan Sungai Lau Singkam sudah berantakan dan sudah tertumpuk – tumpuk. Tidak jauh dari Sungai Lau Singkam sekitar 50 meter terdapat alat berat yang sedang bekerja, diantaranya 2 Eksavator Hitachi, 1 Buldoser, Satu Dump Truk BK 8455 ME.

Terdapat bebatuan di sungai lau singkam. (Foto/ist)

Diketahui alat berat tersebut membuka jalan menuju pintu belakang PT.AM. Dan usai tim LSM Topan-RI dari lokasi lanjut meninjau Kantor Desa Gunung Manumpak B, namun Kantor Desa Gunung Manumpak B tampak berantakan seakan – akan tidak pernah di huni, ujar Sipayung.

“Pada nomor 05/PP/DPD/TOPAN-RI/DS/2020, Tanggal 1/7/2020 ke Polresta Deli Serdang. Kami meminta Kepolisian Resor Kota Deli Serdang agar serius menangani masalah ini. Sebab kerugian negara sangat besar akibat Perusahaan PT AM yang beroperasi secara ilegal selama 6 tahun dengan pencapaian hasil 25 ton,” tegasnya.(cvs/red)

Advertisement