Connect with us

Sumut

200 Km Ruas Jalan di Medan Batal Perbaikan, Dampak Recofusing Anggaran Tangani Covid 19

Published

on

Medan, Gsosiar.com – Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) mengakibatkan sejumlah pembangunan dipastikan batal di Kota Medan. Dari Rp 529 Miliar anggaran belanja langsung di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Tahun 2020, sekitar 85 % di refocusing (dialihkan) untuk penanganan Covid 19 dan sisanya hanya Rp 110 Miliar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PU Kota Medan Zulfansyah menjawab pertanyaan Geosiar.com di kantor Walikota Medan, Jumat (10/7/2020). Namun kata Zulfansyah, kendati demikian, pihaknya telah menerima instruksi Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution agar tetap melayani keluhan masyarakat dan melakukan perbaikan skala prioritas.

“Sisa anggaran saat ini yang bisa kami gunakan hanya Rp 110 Miliar dari sebelumnya Rp 529 Miliar untuk kegiatan di Dinas PU,” terang Zulfansyah.

Dikatakan Zulfansyah, seyogianya di Tahun 2020 ini Pemko Medan melalui Dinas PU akan memperbaiki 500 titik genangan banjir di Kota Medan. “Memang selama ini, 500 titik tersebut selalu dikeluhkan masyarakat karena kerap banjir. Dari hasil survei kita, memang harus dilakukan perbaikan infrastruktur dan tidak cukup hanya normalisasi parit,” jelasnya.

Begitu juga dengan perbaikan berupa pengaspalan dan pembetonan badan jalan yang rusak berlobang juga batal dilaksanakan. “Sekitar 200 Km dari 3.200 Km jalan kota dengan lebar 3 meter ke atas tertunda perbaikan karena anggaran dialihkan,” ujar Zulfansyah.

Dijelaskan Zulfansyah, saat ini pihaknya cuman bisa melakukan swakelola perbaikan rutin untuk perbaikan jalan dan drainase sebesar Rp 39 Miliar. Itu pun, Rp 14 Miliar dari Rp 39 sudah diperuntukkan perbaikan jembatan Sicanang Belawan. “Saat ini pengerjaan sedang berlangsung,” sebutnya.

Pada hal kata Zulfansyah seraya menjelaskan rincian, sebelumnya pihaknya sudah menganggarkan untuk swakelola jalan sebesar Rp 163 Miliar dan setelah direfocusing sisanya Rp 30 Miliar. Begitu juga untuk drainase dianggarkan Rp 168 Miliar dan sisanya Rp 9 Miliar.

Disampaikan Zulfansyah, kendati kondisi demikian pihaknya tetap komitmen berupaya menangani masalah banjir dan jalan rusak. “Kami terus pantau dan respon terhadap pengaduan masyarakat. Kami langsung survei dan melakukan diagnosa dan memberikan solusi terkait masalah ditengah masyarakat, ” paparnya seraya menambhakan sudah perintah dari Plt Walikota Akhyar Nasution.

Menurut Zulfansyah, pihaknya tetap melakukan perbaikan skala prioritas. Bagi kerusakan ringan langsung diperbaiki dan jika rusak berat segera dilakukan kordinasi dengan pihak terkait. “Kami lakukan pedalaman masalah begitu juga dengan dampak sosial. Jika kondisi Covid stabil tinggal eksekusi,” sebutnya. (lamru)

Advertisement