Connect with us

Sumut

Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut Lidik Aktifitas Tambang Batu Ilegal Di STM Hulu

Published

on

Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut saat Lidik ke lokasi. (Foto/ist)

Deli Serdang,Geosiar.com

PT AM tak miliki Izin Pertambangan, malah merusak Hutan Lindung. PT. Adiguna Makmur (AM) tak miliki izin kegiatan penambangan batu koral dan pasir di Dusun Satu, Desa Gunung Manumppak B Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang.

Ditegaskan Staf Bagian Umum, Bagian Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara, Rinto Lumban Tobing, ketika ditemui di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara, Jalan K. H. Wahib Hasyim, Medan, Jumat (3/7/2020).

“PT Adiguna Makmur tidak memiliki izin pertambangan. Diketahui karena dalam rekap izin di Dinas Penanaman Modal dan PPTSP tidak ada tercatat PT Adiguna Makmur”, terang Rinto.

Diakui, Rinto memang dalam hal pengurusan izin pertambangan diurus dan diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara. Namun, segala persyaratan pengurusan izin harus melalui tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten.”UKL-UPL atau izin lingkungan hidup mengurusnya di Dinas Lingkungan Hidup kabupaten setempat. Sedangkan pengawasan dilakukan oleh Satpol PP Deliserdang,” terangnya.

Senada tidak adanya izin pertambangan PT Adiguna Makmur. Kepala Unit IV Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol M Oktavianus Sitinjak SE membenarkan bahwa pihaknya juga sudah mengkonfirmasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara.

Bahkan, terang Kompol M Oktavianus Sitinjak SE, pihaknya sudah menurunkan personel kelokasi pertambangan PT Adiguna Makmur. “Kita mengumpulkan data berupa mewawancara dengan sejumlah pekerja yang dijumpai dilokasi. Bahkan mengambil dekumentasi foto bagian hutan lindung yang dirusak,” katanya.

Selanjutnya dijelaskan Kompol Oktavianus, pihaknya segera memangil Kepala Desa Gunung Manumppak B, manajemen PT Adiguna Makmur turut juga dipanggil serta instansi terkait sebagai saksi ahli.

Diterangkan bahwa PT. Adiguna Makmur sudah enam tahun melakukan aktifitas pertambangan batu koral dan pasir di Dusun Satu, Desa Gunung Manumppak B Kecamatan STM Hulu. Dampak penambangan galian C ilegal sejumlah oknum mengambil kayu dari lokasi. Kemudian disana ada mesin pemecah batu atau stone closer.

Kemudian untuk menjalankan kegiatan penambangan Batu PT Adiguna Makmur menggerakan dua unit alat berat jenis eksavator, 1 unit buldoser dan puluhan unit dump truk hilir mudik keluar masuk lokasi.(svc/red)

Advertisement