Connect with us

Nasional

PMPHI : Hemat Waktu, Firli Sewa Helikopter Untungkan Negara

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat (Foto/ist)

Medan,Geosiar.com

Penggunaan helikopter milik swasta oleh Ketua KPK Firli Bahuri, menuai protes dan kritikan dari orang atau kelompok tertentu dan menggiring ke Dewan Pengawas (Dewas). Sementara diketahui, Firli menggunakan helikopter untuk menghemat waktu, karena ziarah ke pemakaman orangtuanya.

“Kami baca Undang Undang KPK tidak ada melarang anggota maupun ketua KPK menyewa Helikopter untuk kepentingan pribadi maupun keluarga. Bahkan kita menilai, ini menguntungkan negara, karena tidak molor kerja. Banyak kita ini, pintar tapi bodoh didepan umum,” kata Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat di Medan, Senin (29/06/2020) ketika diminta komentarnya terkait penggunaan helikopter oleh Ketua KPK RI Firli Bahuri.

Gandi menilai, Firli taat peraturan, cuti 1 hari pulang kampung dan ziarah ke makam orang tuanya. Waktu yang sangat sempit itu dimanfaatkan utk kepentingan pribadi atau keluarga walaupun menghabiskan uang pribadi menyewa Helikopter. “Ziarah atau pulang kampung sangat sakral mahal bagi orang yang sangat menghargai orang tua atau leluhur dan tempat kelahiran, hanya orang Gila yang tidak menganggap penting atau Sakral Ziara atau pulang kampung,” tegas Gandi.

Lebih jauh kata Gandi, hal itu sama halnya dengan kita mengingat para pahlawan yang gugur untuk kepentingan kita, yang harus kita pelihara dan jaga keutuhan atau pesan para pahlawan. “Kalau kita melupakan ajaran parah Pahlawan, bararti kita tidak tau jati diri, demikian juga dengan Ziarah ke kampung kelahiran dan ke Makam orang tua. Kalau Firli tidak menyewa Helikopter kemungkinan besar niatnya Ziarah tidak terkabul,” jelas Gandi.

Jadi kata Gandi, kenapa orang ribut menciptakan suasana. “Jika Firli tidak menyewa Helikopter negara akan rugi, beliau akan terlambat kerja karena cuti hanya 1 hari, jadi kami mohon kepada semua pihak terutama kepada kelompok tertentu jangan asal menuduh Firli hidup mewah saja, bisa jadi jelek penilaian Publik.,” tegasnya.

Bahkan, kata Gandi, rumah dinas dan Mobil dinas Firli sampai saat ini belum ada tidak pernah diributi, tapi Firli untuk mengejar waktu mengeluarkan uang pribadinya diributi. “Ini sangat keterlaluan dan tidak laku, karena masyarakat sudah cerdas. Jadi dalam hal penggiringan agar Firli jelek di Publik, kami berharap agar Dewan Pengawas KPK tidak terpengaruh kepada kepentingan orang atau kelompok, awasilah KPK itu agar semakin baik seperti harapan masyarakat agar KPK menunjukkan Taji ke 397 orang yang rangkap jabatan Komisaris di BUMN dan Kasus lain,” harapnya.


Dalam hal ini kami berdoa agar KPK semakin baik dan pak Firli selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa terhindar dari niat niat jahat.

Dewan Pengawas KPK tidak terlepas dari personil KPK dengan tujuan agar KPK semakin mampu walaupun dalam kondisi darurat karena Covid 19. “Dewan Pengawas KPK kami harapkan jujur, tidak terpengaruh kepada kepentingan tertentu menyatakan rapot Merah,” tegasnya.(rel/x1)

Advertisement