Connect with us

Daerah

Hutan Rusak, Diduga Kepala Desa Gunung Manumpak B Terlibat

Published

on

Alat alat berat yang diduga digunakan untuk merusak hutan. (Foto/ist)

Deli Serdang,Geosiar.com

Diduga Kepala Desa Manumpak B Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang tampak menjadikan Hutan Lindung sebagai pemasukan dana segar.

Sumber informasi dari LSM Topan-RI DPD Deli Serdang CS, mengatakan, “Pengrusakan Hutan Lindung diduga permainan Kepala Desa Manumpak B Jonmedi Saragih dengan PT.AM. Kalau kegiatan yang diduga ilegal itu benar sedang berjalan. Terdapat alat berat Beko Merek Hitachi, 1 alat berat Buldoser, 1 Dump Truk plat BK 8455 ME sedang bekerja meratakan hutan dengan cepat ingin membuat jalan yang diduga ingin mengambil kayu, batu dan pasir untuk diproduksi di PT. AM. Kami segera melaporkan masalah ini ke Polresta Deli Serdang”.

Lanjutnya, Kepala Desa Gunung Manumpak B Jonmedi Saragih diduga terlibat dengan mengambil keuntungan sendiri dengan menjual hasil kekayaan bumi Indonesia kepada PT.AM. Pengerusakan yang sudah terjadi bertahun-tahun membuat Hutan Lindung jadi gundul dan bebatuan di sungai Lau Cingkam habis hingga merugikan negara milyaran rupiah.

Sungai Lau Singkam dan Kerusakan hutan lindung tersebut diperkirakan sampai 10 hektar. Padahal dapat dijadikan tempat Wisata di Desa Gunung Manumpak B, kata Sekjen LSM Topan RI Sipayung. Senin (29/6/2020).

Menurut narasumber dari warga yang tidak ingin namanya disebutkan, “Dusun I Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang telah dilakukan pengorekan batu di sungai Lau Cingkam. Akibat pengerusakan hutan Lindung tersebut telah merugikan negara milyaran rupiah. Karena sudah beroperasi selama 3 tahun lebih”.

Kantor Kepala Deaa Gunung Manumpak B

Hasil konfirmasi melalui telepon seluler dengan Kepala Desa Gunung Manumpak B Jonmedi Saragih kepada awak media ini mengatakan, “benar ada kegiatan yang dilakukan PT. Adiguna Makmur. Masyarakatpun tidak ada yang ribut, karena sudah diberikan subsidi 10 juta perbulan. Silahkan tanya pihak perusahaan dengan Cetak Barus. Masalah ijin mereka ada dari Propinsi dan sudah beroperasi lama”. Senin (29/6/2020).

Konfirmasi dengan Camat STM Hulu Budiman Sembiring mengatakan, “Saya baru menjabat jadi Camat STM Hulu, masalah itu sudah berlangsung bertahun – tahun. Saya tidak tau ijin dari mana,” katanya.

Ditempat yang berbeda, awak media ini datang mengkonfirmasi pihak PT.AM. Seorang pegawai bermarga Barus yang saat itu sedang berada di pos penjagaan menjelaskan, “Kalau pihak Perusahaan PT.AM tidak ada melakukan kegiatan di Hutan Lindung tersebut dan pengawasnya Cetak Barus”. Jumat (26/6/2020).

Namun ketika ditunjukkan Vidio alat berat berupa 2 Beko (Eksavator), 1 Buldoser dan 1 Unit Dump Truk. Dengan spontan pengawai tersebut membenarkan bahwa semua alat berat itu milik Perusahaannya.(svc/red)

Alat alat berat lainnya (Foto/ist)
Advertisement