Connect with us

Sumut

Update Corona di Sumut : Sembuh 64, Positif Tambah 14

Published

on

Medan,Geosiar.com

Update penanganan covid-19 di Provinsi Sumatra Utara, bertambah lagi 64 orang pasien yang sembuh dari positif terinfeksi covid-19. Sehingga total yang sembuh sebanyak 355 orang.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, kepada wartawan di Medan, Jumat (26/06/2020) sore.

Pasien sembuh di antaranya terbanyak di Medan, yakni 227 orang, disusul Deli Serdang 57 orang, Simalungun 18 orang, Pematang Siantar 14 orang, Serdang Bedagai 11 orang, Binjai 9 orang, dan Tapanuli Utara 4 orang.
“Beberapa hari terakhir menunjukan peningkatan yang cukup baik terkait data pasien sembuh yang telah selesai dirawat. Hal ini akan terus menjadi perhatian gugus tugas dalam upaya penyembuhan masyarakat Sumatra Utara yang terpapar covid-19,” kata Aris.

Namun, masyarakat harus tetap waspada dan menyadari bahwa penularan masih terus terjadi. Sebab faktanya dari setiap penyelidikan epidemiologi dan tracing dari kasus positif yang dirawat, selalu faktor tidak menjaga jarak dan faktor tidak menggunakan masker yang menjadi faktor utama yang penyebab penularan.


Lebih lanjut dr Aris menyebutkan, jumlah kasus positif terinfeksi covid-19 di Sumut, masih terus terjadi. Hari Jumat ini pertambahannya 14 orang atau totalnya menjadi 1.370 orang.


Kasus terbanyak tetap masih di Medan yaitu 895 orang, disusul Deli Serdang 175 orang, Simalungun 67 orang, Pematang Siantar 54 orang, Binjai 22 orang, Karo 20 orang, Serdang Bedagai 17 orang, dan Asahan 14 orang, dan Langkat 10 orang.

Sedangkan yang pasien positif covid-19 yang meninggal dunia, bertambah 4 orang pada Jumat itu atau totalnya menjadi 87 orang. Jumlah kasus meninggal dunia diantaranya terbanyak di Medan 54 orang, disusul Deli Serdang 13 orang, dan Pematang Siantar 3 orang.


Dan jumlah pasien positif covid-19 yang menjalani perawatan totalnya sebanyak 928 orang. Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 202 orang dan Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.108 orang.
Ia menambahkan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru, masyarakat tidak boleh lagi menjalankan kebiasaan lama yang merasa aman dengan tidak menggunakan masker, yang merasa aman dengan tidak menjaga jarak.


“Inilah kebiasaan baru yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari hari kita, karena kita yakin apabila ini dilakukan secara serempak, secara bersama-sama, secara terus menerus, ini yang akan menjadi sebuah kekuatan besar untuk mencegah penyebaran covid-19,” ujar dr Aris.


Dan ditambahkannya, keluarga menjadi basis terhadap perubahan perilaku. “Keluarga lah yang kemudian menjadi kekuatan utama kita untuk adaptasi kebiasaan baru, kebiasaan menjaga jarak, menggunakan masker dan kebiasaan mencuci tangan. Kita yakin dengan cara-cara ini kita bisa melawan covid-19, kita yakin kita pasti bisa,” kata dr Aris.(mb/red)

Advertisement