Connect with us

Dunia

107 Orang di India Tewas Tersambar Petir dalam Sehari

Published

on

Ilustrasi hujan petir (Foto/dok internet)

Jakarta,Geosiar.com

Sebanyak 107 orang di negara bagian Bihar di India timur dan negara bagian utara Uttar Pradesh tewas tersambar petir pada Kamis, mencatat serangan petir tertinggi negara bagian dalam beberapa tahun terakhir.

Delapan puluh tiga orang tewas tersambar petir di Bihar dan setidaknya 24 orang tewas di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat, menurut kantor kepala menteri negara bagian, dikutip dari Al Jazeera, Jumat( 26 Juni 2020).

Dua belas orang juga terluka dalam sambaran petir di Uttar Pradesh, kata kantor menteri utama di sana. Di Bihar, seorang juru bicara pemerintah mengatakan sejauh ini tidak ada informasi tentang jumlah korban luka.


Kedua negara bagian telah memberikan kompensasi 400.000 rupee (Rp 75,4 juta) untuk masing-masing keluarga korban, Reuters melaporkan.

Petir dan badai sering terjadi ketika musim hujan dimulai di India yang meliputi sebagian besar wilayah utara negara itu. Serangan petir di India sering terjadi selama musim hujan Juni-September.

Tetapi Menteri Manajemen Bencana Bihar Lakshmeshwar Rai mengatakan kasus serangan petir kali kemarin adalah salah satu korban harian tertinggi yang pernah dicatat oleh negara bagian Bihar dalam beberapa tahun terakhir.

Lebih dari setengah dari kematian itu berasal dari distrik utara dan timur Bihar yang rawan banjir, kata Rai.

Rai memperingatkan korban tewas bisa bertambah karena pemerintahnya masih menunggu laporan korban dari laporan di wilayah lain negara bagian.

Hujan deras diperkirakan akan melanda Bihar pada hari Jumat dan Sabtu, menurut kantor Departemen Meteorologi India setempat.

Perubahan pola meteorologi telah memperpanjang masa pancaroba dan menyebabkan lebih banyak badai petir, kata Climate Resilient Observing Systems Promotion Council dalam sebuah laporan tahun lalu.

Bihar melaporkan 225.508 sambaran petir dan Uttar Pradesh 322.886 sambaran petir, dengan 394 orang tewas, antara 1 April dan 31 Juli 2019.(tmp/red)

Advertisement