Connect with us

Sumut

Mengenal Dekat Sosok Ir Akhyar Nasution, Pekerja Keras dan Hidup Sederhana

Published

on

Medan, Geosiar.com – Sejak Tahun 1999 penulis sudah kenal betul dengan Ir Akhyar Nasution. Kala itu, setelah resmi dilantik menjadi anggota DPRD Medan bersama 44 anggota DPRD Medan lainnya periode 1999- 2004.

Pada periode tersebut, dari 45 kursi di DPRD Medan, 16 kursi dikuasai politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) dan salah satunya Ir Akhyar Nasution. Bahkan, dari 16 anggota DPRD Medan dari PDI P, pribadi Ir Akhyar Nasution (foto) sudah tampak menonjol sejak awal dari disegala hal.

Jika saat itu Ketua DPRD Medan dijabat H Tom Adlyn Hajar (alm) asal politisi PDI P, sedangkan Ir Akhyar Nasution dipercaya sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan dari kader terbaik. Sungguh tugas berat mengelola anggaran di suatu lembaga.

Setelah aktif bertugas selaku wakil rakyat, Akhyar pun terlihat respon dan peduli segala hal. Bahkan rasa ingin tahu dan berusaha belajar dan berdiskusi terhadap siapa saja untuk memakaimalkan fungsinya sebagai dewan. Dibenaknya, tugas dan fungsi DPRD yakni sebagai legislasi, pengawas dan anggaran harus benar benar dijalankan.

Benar saja, jiwa kerja keras sebagai wakil rakyat terus dijalankan, setiap keluhan dan aspirasi rakyat saat itu tetap diakomodir dan kasih solusi.Tal heran jika Akhyar Nasution pun terkenal vokal, kritis menyoroti semua masalah demi peningkatan pembangunan di kota Medan. Bahkan, setiap masalah yang disoroti Akhyar selalu dan tetap memberikan solusi kepada Pemko Medan serta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemko Medan.

Walikota Medan yang saat itu dijabat Drs Abdillah SE Ak tentu sangat terbantu dengan keberadaan seluruh anggota DPRD Medan kala itu termasuk Ir Akhyar Nasution. Pengamatan penulis, kerjasama antara legislatif dan eksekutif saat itu cukup baik, jika ada kritik dari legislatif tetap menjadi kritik sehat demi kemajuan pembangunan kota Medan. Semua pasti dapat merasakan, saat periode mereka lah pembangunan di Medan kita sangat spektakuler.

Kesederhanaan sosok Ir Akhyar Nasution sejak itu dapat dirasakan semua pihak, baik pegawai di sekretariat DPRD Medan termasuk wartawan yang bertugas kala itu disana.

Kendati Ir Akhyar Nasution menyandang pejabat selaku anggota dewan, wartawan yang bertugas dilingkungan DPRD Medan tidak sungkan memanggil Akhyar dari kejauhan saat Akhyar melintas. “Bang Akhyar, boleh wawancara,” tanya wartawan dari kejauhan, semua itu karena kedekatan Akhyar bagi siapa saja.

Lalu Akhyar menoleh dari mana sumber suara tadi, “apa dinda”, sahut Akhyar ramah sambil menjumpai wartawan tadi. Komunikasi wartawan dan Akhyar tetap nyambung tentang apa saja apalagi masalah Medan. Memang Akhyar, terbukti pintar dan menguasai hampir semua materi dan tetap memberikan solusi. Bukan itu saja, Akhyar dikenal selalu komunikatif terhadap wartawan dan siapa saja.

Kedekatan Akhyar dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan sekretariat DPRD Medan bahkan wartawan unit DPRD Medan bukan disitu saja. Selain keramahan kesederhanaan setiap saat bahkan, Akhyar sering mengajak wartawan bersama ASN panen rambutan di kebunnya Binjai. Ternyata, ditengah kesibukan beliau sebagai wakil rakyat disempatkan berkebun ke ladang.

Singkat cerita, setelah habis masa periode lima tahun 2004 lalu di DPRD Medan, Akhyar dengan penulis pun jarang komunikasi karena Akhyar sudah aktif di partai PDI P Sumut.

Kemudian, setelah Akhyar Nasution resmi dipinang Drs Dzulmi Eldin sebagai Calon Wakil Walikota Medan periode 2016-2021. Penulis kembali ketemu dengan Akhyar disalah satu restoran Jl Gajah Mada Medan setelah janjian sebelumnya. Saat itu beliau sharing dan mohon doa dan dukungan pencalonan Wakil Walikota Medan. Benar, pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution berhasil memenangkan Pilkada Tahun 2016 lalu.

Sebagai Wakil Walikota, tentu wewenang Akhyar memiliki keterbatasan membuat kebijakan terkait pembangunan di kota Medan bahkan apa saja pun. Namun, disiplin Ilmu yang Akhyar miliki selaku ahli teknik tidak lah diragukan lagi untuk hal hal teknis.

Tanpa diduga, ternyata kesempatan Akhyar Nasution untuk melakukan kebijakan penuh membangun Medan itu didepan mata. Tepatnya 17 Oktober 2019 lalu Akhyar Nasution ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan menggantikan Dzulmi Eldin karena tersandung hukum. Beban penuh membangun Medan berada dipundak Akhyar.

Beberapa hari setelah menjabat Plt, pada suatu kesempatan penulis bertemu berdiskusi kecil dengan Akhyar Nasution di ruang kerjanya. Akhyar pun banyak memaparkan kiat dan ide membangun kota Medan. Banyak program dan gebrakan serta inovasi yang akan dilakukan melanjutkan pembangunan yang diakuinya banyak tertinggal.

“Saya tidak akan diam, harus bekerja keras membangun Medan lebih baik. Tapi itu akan saya mulai pembangunan lewat peradaban”, ujarnya seraya menyebut persoalan banjir, drainase, jalan berlobang , kebersihan dan penataan kota dari reklame serta parkir harus diprioritaskan.

Terbukti, hingga saat ini Akhyar Nasution berupaya bekerja keras membangun kota Medan. Bahkan, ditengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Akhyar terus berusaha melakukan yang terbaik. Terus berkordinasi dengan pihak mana pun agar memperoleh penanganan yang maksimal.

Beberapa kesempatan bulan lalu, Akhyar Nasution selalu mengajak penulis datang kerumah pribadinya di Medan Timur. Beliau memaparkan program membangun Medan dengan upaya apa saja dengan tatanan peradaban.

“Saya akan curahkan segala kemampuan dan disiplin Ilmu saya membangun Medan lebih baik. Peningkatan kesejahteraan masyarakat harus diprioritaskan dan itu akan saya lakukan dengan membangun peradaban. Biarlah orang banyak menilai aku salah tapi aku berusaha bekerja untuk benar,” sebut Akhyar polos. #SelamatBertugasAkhyarNasution

By: lambok manurung (Lamru Helsbers)

Advertisement