Connect with us

Daerah

Kadisidik Sergai Monev di Bandar Khalifah

Published

on

Kadisdik Sergai Drs.Joni Walker Manik,MM bersama rombongan foto bersama dengan Korwil Kev.Bandar Khalifah Julu Sirait,S.Pd, para Kepsek,Pengawas dan Guru usai melakukan Monev. (Foto/ist)


Geosiar.com,Sergai,

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai Drs Joni Walker Manik,MM melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di Kecamatan Bandar Khalifah, Kamis (25/6/2029).

Dari beberapa sekolah yaitu di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifa berdiri 6 unit Sekolah Dasar Negeri,sementara di Dusun Sei Birung dengan Desa yang sama ada berdiri 3 Unit SDN dalam satu hamparan lahan.

Ketiga SD Neg tersebut yakni SD Neg 102074 dengan jumlah murid 85 siswa,SD Neg 102087 jumlah murid 170 siswa dan SD Neg 102086 .jumlah murid hanya 29 siswa.
Data ini adalah sesuai dengan keterangan Kepsek SDN 102087,Harung Br Simanjuntak yang akan pensiun akhir bulan Juni 2020 ini,dan Kepsek 102086 sekaligus PLT Kepsek 102074,Boru Sihombing ketika Tim Disdik Sergai melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) yang dimpin langsung oleh Kadisdik Sergai Drs.Joni Walker Manik,MM.

Setelah melihat kondisi sekolah SDN 102086,dihadapan Korwil Kec.Bandar Khalifah Julu Sirait,S.Pd dan kedua Kepsek,para guru,Komite dari ketiga sekolah,Kadisdik Sergai Drs.Joni Walker Manik,MM mengatakan,”sesuai aturan dan melihat langsung kondisi yang ada,maka untuk Tahun Ajaran baru nanti,SDN 102086 kita Regrouping (bergabung) ke kedua SDN yang berhamparan.

” Terkait guru ASN akan kita tempatkan di sekolah ini,apalagi sekolahnya satu halaman jadi tidak sulit,dan masalah guru honor sesuai keterangan Kepsek sudah tidak ada masalah penempatannya”, tutup Joni Walker Manik.

Lanjut ke SDN 107459 di Dusin I Desa Tapian Nauli,yang mempunyai murid 48 siswa,luas lahan sekolah 4.000 M2 dan dibangun sejak tahun 1983.
Sesuai aturan,harusnya sekolah ini dilebur (digabung) dan yang terdekat adalah SDN 106227 di Dusun Lumban Julu desa Tapian Nauli,yang hanya berjarak 1 kilometer dari SDN 107459.

Apalagi,SDN 106227 mempunyai murid 76 siswa,dibangun tahun 1979 diatas lahan seluas 3.200 M2. Rencana penggabungan ini sempat menjadi polemik,sebab disekolah SDN 107459 Kepala Dusun sekaligus Komite sekolah,Arga Sihombing dan salah satu warga marga Sinaga,bermohon kepada Kadisdik agar tidak menggabungkan sekolah itu,dengan alasan kedepannya ada rencana pemekaran desa dan sekolah itu bakal dekat perumahan.

Agar tidak menimbulkan konflik, Kadisdik Joni Walker Manik meminta Kadus dan para orangtua lainnya untuk datang melihat kondisi SDN 106227 yang bakal bergabung.

Disekolah ini,Joni Walker Manik juga didatangi Opung Boru Marhusip dan tokoh pemuda marga Lumban Toruan, meminta kepada Joni Walker Manik selaku Kadisdik,untuk tidak mengga bungkan sekolah tersebut disini dengan SDN 107459. Apalagi,sekolah disini muridnya berasal dari 4 Dusun dan lebih banyak dari sekolah yang akan digabung.

Setelah mendengar sumbang saran dari para tokoh satu desa tapi lain dusun,di Tapian Nauli akhirnya Kadisdik Sergai Joni Walker Manik dengan tegas mengatakan,”saya minta urusan pendidikan jangan dicampur adukkan dengan urusan politik,ini berkaitan dengan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa,yang mungkin juga ada anak atau cucu dari yang hadir. Yang kami laksanakan ini adalah peraturan Mendikbud,apalagi tentang penggunaan dana dari APBN yang harus kita pertanggung jawabkan.

“Untuk itu,kami minta kepada pak Kadus Sihombing dan Kepsek,kami beri waktu sampai awal tahun ajaran baru nanti. Jika siswanya tidak bertambah sesuai aturan,maka akan kami Regrouping (gabung).

Jadi untuk sementara kami tunda dulu dan kepada Kepala Sekolah untuk bekerjasama dengan komite,buatlah yang terbaik dan berikan kepercayaan masyarakat kepada kita untuk kita.”tutup Joni Walker Manik.(WH/red)

Advertisement