Connect with us

Dunia

9 Wartawan di Mesir Ditahan

Published

on


Geosiar.com, Jakarta

Sejak kasus pertama virus corona diumumkan oleh Mesir, setidaknya sembilan wartawan dijebloskan ke penjara. Lembaga nirlaba Freedom dalam unggahannya di Twitter menyebut, para kuli tinta itu berstatus sebagai tahanan politik.

Para wartawan itu terancam menghadapi tuduhan yang dibuat-buat. Ada dua wartawan yang diperkirakan bakal kena dakwaan baru meskipun sudah berada dalam penahanan pra-peradilan selama dua tahun.

Di antara wartawan yang ditahan itu adalah Mohamed Mounir yang ditahan pada 15 Juni 2020. Dia saat ini ditempatkan di tahanan pra-persidangan atas tuduhan menyebarkan berita palsu, bergabung dengan kelompok teroris dan penyalahgunaan media sosial.

Situs middleeastmonitor.com mewartakan penahanan Mounir dilakukan setelah dia muncul di media asal Qatar Al-Jazeera untuk membicarakan dukungan bagi para wartawan di majalah Rose Al-Youssef, yang mempublikasi artikel berisi kritik terhadap sejumlah uskup karena terus memimpin ibadah meski sudah ada perintah agar ibadah berjamaah dihentikan demi mencegah penyebaran virus corona.

Wartawan surat kabar Al-Masry Al-Youm, Haisam Hasan Mahgoub juga dilaporkan ditahan. Dia dikenai tuduhan bergabung dengan kelompok teroris dan menyebarkan berita bohong.

Sedangkan koresponden The Guardian yang melaporkan temuan-temuan kasus virus corona di Mesir, dideportasi dari negara itu dengan tuduhan menyebarkan kepanikan.

Sejumlah dokter ada pula yang ditahan setelah mengkomplain soal penanganan pemerintah terhadap krisis akibat virus corona.

Beberapa otoritas Mesir diduga telah mengendalikan informasi tentang Covid-19 yang jelas-jelas telah menjadi pandemik ketika ilmuwan di Universitas Toronto mempublikasi sebuah laporan yang mengindikasikan virus corona di Mesir mungkin berkisar 6.270 – 45.070 kasus.

Kebebasan pers di Mesir sudah semakin tergerus. Mesir sekarang telah menjadi salah satu negara di dunia yang memenjarakan banyak wartawan.(tmp/red)

Advertisement