Connect with us

Daerah

Eksekusi Pasar Sakti Tebingtinggi Tunggu Pembayaran Pemohon

Published

on

Media Center PN Tebingtinggi


Tebingtinggi,Geosiar.com

Ternyata, kepemilikan Pasar Sakti dijalan Kf Tandean Kelurahan Bandar Sakti Kota Tebingtinggi bukanlah milik Pemko Tebingtinggi.


Meskipun, diareal tanah itu telah terpampang surat kepemilikan dipakai sebagai tempat berjualan dan terminal bus AKDP kebeberapa daerah sekitar kota ini.

Hal ini sesuai putusan nomor 01/PDT/G/2002/PN -TTD pada tanggal 25 Juni 2002 jo Pengadilan Tinggi Medan register perkara nomor 78/PDT/2003/PT-MDN tanggal 25 April 2003 jo putusan kasasi Mahkah Agung nomor 3331 K/Pdt/2002 tanggal 4 Mei 2005.


Hal ini terungkap saat digelar relis oleh Pengadilan Negeri Tebingtinggi Kelas IB oleh Ketua MY Girsang SH MH melalui juru bicara Albon Damanik SH MH didampingi Panitra J Ginting dan Juru Sita G Manalu, jumat ( 12/6/2020) kepada sejumlah jurnalis.

Dalam putusan tersebut dinyatakan, tanah seluas lebih kurang 22.350 M2, dilindungi Grant Sultan tahun 1910 persil No 26 an. Mali terletak di Tebingtinggi Jalan KF Tandean Kel. Bandar Utama, Kec. Rambutan, Kota Tebingtinggi adalah sah milik Mali.

“Secara administratif Pengadilan Negeri Tebingtinggi belum melaksanakan eksekusi perkara perdata tersebut dan masih dalam proses menunggu pembayaran biaya eksekusi oleh pemohon, ” sebut juru bicara Albon Damanik SH MH.

Disebutkannya, untuk melakukan eksekusi Pasar Sakti Kota Tebingtinggi (objek sengketa) itu kini Pengadilan Negeri Tebingtinggi tinggal menunggu pembayaran secara administratif dari pihak pemohon.

Setelah ada pembayaran, Pengadilan Negeri Tebingtinggi baru melakukan eksekusi dan untuk kelancaran eksekusi Pasar Sakti itu menjadi tanggungjawab dan beban pihak pemohon, jelas Albon pula.


Saat dikonfirmasi berapa biaya untuk biaya Eksekusi Pasar Sakti, Albon Damanik dan J Ginting mengaku silakan membaca di papan pengumuman dan membayar via bank.Mungkin sekitar 5 jutaan selain biaya lainnya.(as/x1)

Advertisement